Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Investasi. Foto: Goumbik (Pixabay)

Ilustrasi Investasi. Foto: Goumbik (Pixabay)

Apa itu Swing Trading? Pengertian dan Strategi Melakukannya

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:23 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Swing trading merupakan salah satu strategi trading yang seringkali tertukar dengan day trading. Swing trading adalah salah satu strategi trading yang menggunakan rentang waktu pendek, biasanya hanya beberapa hari dan maksimal sekitar dua minggu. Dalam hal ini, swing trader memanfaatkan fluktuasi harga atau naik turunnya harga aset dalam jangka pendek untuk memperoleh profit. Mereka yang melakukan swing trading harus sering mengamati pergerakan harga dengan bantuan grafik harian.

Swing trading adalah strategi trading yang menggabungkan analisis fundamental dan teknikal untuk menangkap pergerakan harga yang signifikan. Guna mendapatkan keuntungan yang maksimal dari swing trading, berikut beberapa cara melakukan strategi swing trading menurut Justin Kuepper (2021).

Yakni, pra-pasar. Pada tahap ini, biasanya swing trader melakukan beberapa hal berikut ini seperti meninjau pasar, menemukan potensi trading, dan membuat daftar pantauan.

Dikutip dari Pintu Academy, beberapa kelebihan dari swing trading dibandingkan teknik trading lainnya adalah sebagai berikut.

  • • Memerlukan waktu yang lebih singkat untuk trading dibandingkan day trading.
  • • Mampu memaksimalkan potensi keuntungan jangka pendek dengan memanfaatkan sebagian besar perubahan pasar yang terjadi.
  • • Proses trading yang relatif sederhana karena swing trader biasanya bisa bergantung pada analisis teknis saja.

Baca juga: Yuk! Maksimalkan Keuntungan dengan Strategi Investasi

Layaknya seperti strategi-strategi trading lainnya, swing trading juga memiliki beberapa kelemahan sebagai berikut.

  • • Posisi trading rentan terhadap risiko perubahan tren pasar yang terjadi di malam hari dan akhir minggu
  • • Berbaliknya arah tren pasar bisa menyebabkan risiko kehilangan yang cukup besar bagi swing trader.
  • Swing trader mungkin kehilangan kesempatan profit yang jauh lebih besar berdasarkan tren jangka panjang karena berfokus pada pergerakan pasar jangka pendek.

Sementara itu, salah satu risiko paling utama swing trading adalah potensi terjadinya kerugian yang cukup besar. Alasannya adalah karena meskipun trading jenis ini merupakan strategi trading aktif dengan jangka waktu singkat, trader perlu menahan posisi mereka lebih lama dari day trading, sehingga mereka juga perlu menanggung risiko kerugian yang lebih besar.

Cara mengatasi risiko swing trading tersebut adalah dengan memastikan bahwa aset atau sekuritas bersangkutan bersifat likuid. Selain itu, swing trader juga bisa melakukan diversifikasi dengan menyebar dana di berbagai aset dengan kapitalisasi pasar yang berbeda, sektor yang berbeda atau kelas aset yang berbeda.

Untuk mencegah terjadinya kerugian yang bisa mengancam kondisi finansial, trader bisa menetapkan batas maksimal nilai kehilangan. Sebagai contohnya, trader hanya menghendaki kehilangan maksimal 2% dari total aset. Sehingga, jika total kehilangan sudah melebihi batas tersebut, trader bisa segera menjual aset dan mencari aset lain yang lebih baik untuk dibeli.

 

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN