Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
IST

IST

Pasar Kripto Lagi Ambruk, Mau HODL? Ini Dia Penjelasannya..

Kamis, 12 Mei 2022 | 14:23 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Banyak pelaku pasar yang mulai melirik aset kripto untuk investasi jangka panjang, atau dikenal dengan istilah HODL (Hold On for Dear Life). Para HODLER kripto biasanya dikenal lebih santai saat investasi kripto dan tidak perlu mengecek harga aset berkali-kali. Kira-kira bagaimana strateginya agar kamu bisa menjadi HODLER kripto yang tetap tenang dan anti galau di tengah ambruknya harga kripto saat ini?

Dilansir dari Pintu Academy kata HODL muncul pertama kali oleh salah satu member Bitcoin Forum bernama GameKyuubi di pada tahun 2013 silam yang membuat thread dengan judul “I am Hodling”. Thread ini sebenarnya merupakan kesalahan pengetikan yang seharusnya hold menjadi hodl, namun istilah hodl ini malah menjadi tren yang populer dan menjadi akronim dengan kepanjangan Hold on For Dear Life.

Hold on For Dear Life sendiri tidak lepas dari hold kripto dalam jangka panjang atau bisa dibilang Investasi. Adapun ada beberapa kelebihan dari aset kripto sebagai investasi yang bisa menjadi pertimbangan, yakni kriptocenderung rendah risiko terdisrupsi oleh industrinya karena dibangun diatas teknologi blockchain, yang mana saat ini blockchain menjadi suatu hal yang fundamental dalam perkembangan teknologi di berbagai sektor.

Baca juga: PINTU dan Mangkokku Hadirkan “Paket Cuan” Berhadiah Bitcoin

Selain itu, kripto dapat ditransfer dengan mudah melalui berbagai gadget, seperti komputer, tablet, smartphone, dan lainnya. Selain itu, kripto juga mudah ditukarkan menjadi fiat currency di berbagai negara untuk transaksi jual-beli baik secara online maupun offline. Aset kripto selama lebih dari 10 tahun ke belakang ini telah terbukti menjadi suatu aset yang mampu menyimpan value lebih baik dibanding aset lainnya.

Aset kripto memiliki jumlah yang terbatas contohnya seperti Bitcoin memiliki batas maksimal jumlah koin yang bisa beredar di masyarakat adalah 21 juta. Saat ini yang beredar sekitar 18 juta koin atau 83% dari batas maksimalnya.

Mengacu pada hukum supply and demand, ketika supply terbatas dan demand terus meningkat maka harga akan meningkat. Nah, ini sama halnya dengan Bitcoin yang supplynya terbatas, di mana jika jumlah permintaan meningkat, maka harganya bisa terus meningkat secara konsisten dalam jangka panjang. Lalu, aset kripto dibangun diatas blockchain dan kriptografi menjadi suatu nilai tambah yang membuat kripto tidak bisa dipalsukan.

Begitujuga dengan aset kripto pada dasarnya dibuat agar bisa bertransaksi tanpa adanya pihak ketiga (terdesentralisasi), maka dari itu campur tangan atau kontrol dari pemerintah dan institusi finansial tidak akan secara langsung berpengaruh pada pergerakan aset ini.

Lebih lanjut, perlu juga disimak beberapa strategi investasi kripto berikut ini.

1.Alokasi Dana Khusus untuk Kripto

Sebelum menaruh uang kamu untuk investasi di kripto, ada baiknya kamu melakukan alokasi aset terlebih dahulu. Pastikan uang yang digunakan untuk membeli kripto adalah uang dingin.  Alasannya adalah agar ketika terjadi penurunan harga, kamu bisa memanajemen risiko dan mencegah kerugian karena dana untuk kripto tidak mengganggu alokasi uang untuk kebutuhanmu sehari-hari.

Baca juga: Eropa Pertimbangkan Larangan Stablecoin, Bitcoin Jebol ke US$ 28.000-an dan Investor Pun Makin Panik, Duh!

2.Kripto Apa yang Mau Dibeli?

Sebelum membeli kripto untuk tujuan investasi, kamu harus mengenali terlebih dulu sebenarnya apa teknologi dibalik kripto tersebut? Siapa saja developer-nya? Bagaimana potensi ke depan? dan lain sebagainya. Kamu bisa menemukan informasi mengenai hal-hal tersebut dengan membaca whitepaper dari aset bersangkutan dan update terhadap berita-berita terbaru. Lakukan pula analisis fundamental.  Semakin baik suatu kripto secara fundamental, maka untuk jangka panjang pun, kripto tersebut akan memiliki potensi yang bagus dan bisa bersaing secara kompetitif dengan kripto yang lainnya.

3.Dollar-Cost Averaging

Istilah Dollar Cost Averaging ini artinya, beli dengan cara mencicil. Dengan menggunakan strategi ini, kamu tidak langsung all-in ketika membeli kripto, namun membeli dengan metode cicilan. Hal ini penting dilakukan agar kamu bisa lebih mudah memanajemen resiko kedepannya. Ketika ada penurunan harga aset dan kamu mengalami kerugian, maka kamu bisa membeli harga aset secara lebih rendah dan mendapatkan rata-rata harga beli yang lebih baik.

4.Pilih Wallet yang Tepat

Dalam berinvestasi yang tujuannya untuk jangka panjang, sangat penting untuk memperhatikan aman tidaknya tempat penyimpanan kripto. Pada umumnya, terdapat 2 jenis dompet kripto, yaitu cold wallet dan hot wallet. Hot wallet bisa kamu temukan secara mudah di berbagai aplikasi exchange dan wallet crypto yang terhubung secara online. Sedangkan, cold wallet adalah hardware wallet yang tidak terkoneksi dengan online secara langsung.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN