Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Aset Kripto.

Ilustrasi Aset Kripto.

Bitcoin Cs Ambruk, Dear Investor Tetap Tenang Yah Guys...

Selasa, 14 Juni 2022 | 16:47 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Ada sejumlah tips yang bisa dilakukan oleh investor untuk menghadapi bear market. “Intinya dan hal yang paling utama, investor harus tetap tenang dan jangan panik. Mengelola emosi selama bear market terjadi tidaklah mudah. Oleh karena itu, harus tetap tenang dan mengingat kembali tujuan investasi di kripto sejak awal,” kata Trader Tokocrypto Afid Sugiono kepada Investor Daily, Selasa (14/6/2022).

Investor, menurutnya bisa menggunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dan Buy The Dip di mana membeli sejumlah aset kripto di saat pasar mengalami koreksi bearish yang signifikan. Strategi ini sendiri dapat menjadi peluang yang menguntungkan, ketika market kembali bull run.

Strategi short selling saat harga aset kripto turun bisa diterapkan. Short positioning ini akan menguntungkan saat nilai aset tertentu mengalami penurunan. Namun, perlu diingat pelajari dahulu teknis short selling, karena dibutuhkan prediksi yang tepat atas pergerakan harga kripto.

Baca juga: Ini Dia Biang Kerok Runtuhnya Pasar Aset Kripto….

Saat bear market dan aktivitas transaksi menurun, investor bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan riset. Pelajari kembali berbagai jenis aset kripto yang saat ini tersedia di market atau mencari lebih banyak strategi investasi untuk mengurangi risiko kerugian di masa mendatang.

“Jadi, pastikan investor lakukan analisis mengapa harga turun, dan gali lebih dalam alasannya. Dan tidak lupa untuk melakukan diversifikasi investasi di berbagai aset kripto, jangan fokus pada jenis-jenis kripto tertentu saja,” ungkap Afid.

Di sisi lain, secara keseluruhan, pergerakan harga aset kripto memang terlihat datar, dan cenderung terjun saat data inflasi AS untuk bulan Mei 2022 diumumkan. Walaupun investor melakukan aksi beli dalam rangka price actions, dampaknya pun terbilang tak signifikan dalam mendongkrak harga kripto.

Baca juga: Apa Itu Pola Cup and Handle dalam Trading Kripto?

Investor memang sengaja menahan aksi belinya. Selain itu, investor institusi tampaknya juga mulai hijrah menuju aset-aset berisiko rendah dalam mengantisipasi kondisi pasar yang terus turun.

Di dalam negeri sendiri, pasar kripto masih belum berpengaruh signifikan, namun diprediksi akan ikut dengan perkembangan global dengan jumlah transaksi yang menurun. Namun untuk jangka panjang, industri aset kripto masih tetap menjanjikan, ini hanya siklus biasa yang terjadi di market. Bitcoin pernah anjlok pada tahun 2018, namun mengalami all time high (ATH) di 2021.

Kepercayaan akan masa depan industri kripto di Indonesia sudah dibuktikan dengan adanya 25 pedagang aset kripto yang terdaftar di Bappebti. Sementara, peminat aset kripto terus meningkat tercatat sudah ada 12,8 juta investor di kuartal I-2022.

Menurut data Bappebti, rata-rata kenaikan pelanggan aset kripto mengalami penambahan sebesar 740.523 pelanggan tiap bulan. Transaksi tiga bulan pertama (Januari—Maret) pada 2022 yang telah mencapai Rp 130,2 triliun.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN