Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Pola Inverted Hammer Candlestick

Ilustrasi Pola Inverted Hammer Candlestick

Simak Yuk, Pola Inverted Hammer Candlestick Untuk Identifikasi Harga Saham dan Kripto

Kamis, 16 Juni 2022 | 16:16 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Inverted hammer candlestick adalah salah satu pola grafik yang bisa membantu trader mengidentifikasi tren harga aset saham hingga kripto. Dilansir dari Pintu Academy, inverted hammer candlestick adalah pola candlestick yang menunjukkan adanya potensi pembalikan harga dari turun menjadi naik pada suatu aset. Pola ini berbentuk seperti palu terbalik yang memiliki sumbu atas panjang, sumbu bawah yang pendek, dan badan candle berukuran kecil di bagian bawah sumbu.

Anzel Killian dari IG Markets menyebutkan bahwa inverted hammer candlestick merupakan pola yang terbentuk ketika pembeli memberi tekanan pada pasar dan mulai mendapat kepercayaan terhadap aset. Aktivitas tersebut menandakan akan terjadinya tren bullish yang mendorong harga aset naik

Dikutip dari laman Tradingview, pola inverted hammer memiliki kemiripan dengan pola shooting star. Pola shooting star sering disebut sebagai versi bearish dari inverted hammer candlestick.

Baca juga: Apa Itu Pola Cup and Handle dalam Trading Kripto?

Sedangkan, dilansir dari laman Commodity, perbedaan di antara kedua pola tersebut adalah dari segi penempatannya dalam grafik. Pola shooting star umumnya dijumpai pada puncak tren naik sedangkan inverted hammer candlestick dengan sinyal bullish biasa ditemui di bagian paling bawah tren turun.

Adapun, pola inverted hammer muncul di bagian paling bawah tren harga yang sedang mengalami penurunan dan menandakan terjadinya pembalikan harga menjadi bullish.

Lebih lanjut, dikutip dari laman European Business Review, mayoritas trader memaknai pola inverted hammer bullish sebagai indikator untuk melakukan pembelian aset karena harganya diprediksi akan naik.

Namun, Anzel Killian berpendapat bahwa pola inverted hammer candlestick tidak boleh digunakan sendiri dalam analisis trading. Trader harus mengonfirmasi sinyal dengan indikator teknis lain dan mengonsultasikan rencana trading kepada ahli terlebih dahulu.

Baca juga: OJA Coin Dorong Aset Kripto Jadi Alat Transaksi Sehari-hari

Adapun, perbedaan inverted hammer candlestick dan candlestick hammer adalah dari segi bentuknya. Seperti namanya, Inverted hammer berbentuk seperti palu terbalik, serta memiliki sumbu bawah yang pendek, badan candle kecil di bagian bawah sumbu, dan sumbu atas yang panjang.

Sementara itu, Scott Melker dari Cointelegraph menjelaskan bahwa pola candlestick hammer ditandai dengan sumbu panjang di bagian bawah dan badan candle pendek di bagian atas.

Kedua pola tersebut muncul di bagian paling bawah downtrend dan menjadi sinyal dari tren bullish. Jika pola shooting star disebut sebagai pola inverted hammer candlestick versi bearish, pola hanging man dikenal sebagai versi bearish dari candlestick hammer. Pola ini sering muncul di bagian atas tren naik dan mengindikasikan kemungkinan pembalikan harga dari bullish ke harga bearish.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN