Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi.

Ilustrasi investasi.

Kenalan Yuk Sama Scalping…

Jumat, 17 Juni 2022 | 16:00 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Scalping adalah sebuah metode trading rendah resiko dengan cara mendapatkan profit dari perubahan harga kecil dan menghasilkan keuntungan yang lebih cepat dari penjualan kembali. Dalam dunia day trading, scalping adalah strategi memprioritaskan penjualan dalam volume tinggi dengan keuntungan kecil.

Scalping adalah metode trading yang mengharuskan trader untuk memiliki exit strategy yang ketat karena satu kerugian dari transaksi besar bisa menghilangkan banyak keuntungan kecil yang tadinya sudah didapat oleh trader.

Seorang scalper yang sukses harus memiliki rasio jual kembali menguntungkan yang jauh lebih tinggi daripada rasio loss. Dalam hal ini ia harus selalu menjaga keuntungan kira-kira sama atau sedikit lebih besar dari kerugian. Dalam sehari seorang scalper dapat melakukan banyak sekali transaksi bahkan mungkin hingga ratusan transaksi.

Dilansir dari Pintu Academy, Scalping didasarkan pada asumsi bahwa sebagian besar saham akan menyelesaikan sebuah pergerakan harga. Setelah tahap awal itu selesai, beberapa saham berhenti naik, sementara yang lain terus naik. Seorang scalper bermaksud untuk mengambil keuntungan kecil sebanyak mungkin. Ia mencoba untuk mengoptimalkan hasil perdagangan yang positif dengan meningkatkan ukuran perdagangan yang untung.

Dengan semakin banyaknya orang yang masuk di dunia trading, jumlah orang yang mencoba melakukan day trading dan strategi lainnya termasuk scalping, semakin meningkat. Pendatang baru yang ingin mencoba scalping trading perlu memastikan gaya trading ini sesuai dengan kepribadian mereka karena memerlukan tingkat kedisiplinan yang tinggi.

Baca juga: Lo Kheng Hong: Anda Kaya Jika Menunggu! Kalau Scalping, Sekuritas Anda yang Kaya

Pedagang perlu membuat keputusan cepat, melihat peluang, dan terus memantau layar komputer. Mereka yang cari aman dan puas profit kecil sangat cocok untuk scalping trading.

Namun, scalping trading bukanlah strategi trading terbaik yang mudah dilakukan untuk pemula. Hal ini karena scalping trading melibatkan pengambilan keputusan yang cepat, pemantauan posisi yang konstan, dan pergantian posisi jual yang sering. Nah, ada beberapa tips yang dapat membantu untuk memahami teknis scalping trading, yakni:

1. Eksekusi Order

Seorang pemula perlu menguasai seni eksekusi order yang efisien. Order yang tertunda dapat menghapus sedikit keuntungan yang diperoleh dan bahkan mengakibatkan kerugian. Karena margin keuntungan per perdagangan sedikit, maka eksekusi order harus akurat.

2. Frekuensi dan Biaya

Seorang scalper pemula harus memastikan untuk mengingat biaya saat melakukan perdagangan. Scalping trading melibatkan banyak transaksi perdagangan yang dapat menyebabkan biaya transaksi untuk membayar broker menjadi tinggi. Sering membeli dan menjual pasti akan membuat tarif atau komisi broker menjadi mahal sehingga dapat mengecilkan keuntungan.

3. Memahami Tren Sebelum Terjun

Mampu memahami denyut tren dan juga momentumnya akan menjadi skill yang sangat berguna bagi seorang scalper. Setelah seorang scalper mampu mengidentifikasi hal ini, tren dan momentum perdagangan akan menjadi gelombang yang dapat memberi arus yang menguntungkan.

Baca juga: Fenomena Scalping dan Roller Coaster Harga Saham

4. Analisis Teknis

Para pemula pada scalping trading harus melengkapi diri mereka dengan pemahaman dasar-dasar analisis teknis untuk memerangi persaingan yang semakin meningkat di dunia day trading. Belum lagi adanya kenyataan bahwa sebagian besar perdagangan saham dan komoditas lainnya sekarang berlangsung jauh dari bursa dan tidak melaporkan perdagangan secara real-time.

5. Volume

Sebagai sebuah teknik, scalping adalah metode yang membutuhkan keputusan masuk dan keluar yang sering terjadi dalam jangka waktu yang singkat. Strategi seperti itu hanya dapat berhasil diterapkan ketika pesanan atau order dapat dipenuhi, dan ini tergantung pada tingkat likuiditas. Perdagangan volume tinggi membutuhkan likuiditas yang sangat tinggi pula.

Scalping trading bisa menjadi metode yang sangat menguntungkan jika seorang trader mampu menerapkan strategi keluar (exit strategy) yang benar. Namun, ada juga kelemahan menggunakan scalping sebagai strategi trading.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN