Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Tumisu (Pixabay)

Ilustrasi investasi. Foto: Tumisu (Pixabay)

10 Konsep Dasar Manajemen Keuangan Pribadi dan Keluarga, Disimak Yuk...

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:49 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Konsep dasar manajemen keuangan bisa berfungsi sebagai “pemandu” bagi kamu yang ingin mengelola aktivitas keuangan secara efektif dan efisien. Dalam artikel ini, akan dibahas tentang 10 konsep dasar manajemen keuangan serta beberapa contoh dan ilustrasi praktisnya dalam kehidupan kamu sehari-hari dikutip dari Pintu Academy.

1.Time Value of Money

Time value of money adalah konsep paling mendasar dalam manajemen keuangan. Dalam konsep ini, uang memiliki apa yang disebut dengan “time value”. Maksudnya, uang yang kamu miliki hari ini nilainya akan lebih besar dari uang yang kamu hasilkan besok.

2. Biarkan Uang Bekerja Untukmu

Jangan hanya bekerja untuk mendapatkan uang, tapi biarkan uang yang bekerja untukmu. Menurut akuntan publik asal Amerika Serikat Jeff Morris, semua orang harus memanfaatkan prinsip time value of money dengan baik. Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan berinvestasi sedini mungkin.

3. Laporan Keuangan, Arus Kas, dan Perpajakan

Dalam dasar-dasar manajemen keuangan menurut Brigham dan Houston, ada 3 hal penting yang tidak boleh dilupakan yaitu laporan keuangan, arus kas, dan perpajakan. Arus kas meliputi aktivitas uang keluar dan masuk, serta investasi yang kamu lakukan. Selain itu, menghitung jumlah pajak yang harus kamu bayar juga penting, misalnya seperti pajak penghasilan dan pajak atas kepemilikan barang yang mempengaruhi kondisi keuangan secara langsung.

Baca juga: Aplikasi Pintu Beri Pemahaman 11 Metode Manajemen Risiko Ini!

4. Analisis Laporan Keuangan

Dalam prinsip manajemen keuangan menurut para ahli, laporan keuangan adalah “alat” terbaik untuk mengetahui kondisi keuangan sebuah entitas. Ini tidak hanya berlaku untuk perusahaan saja, tetapi juga keuangan pribadi.

5. Uang Keluar Lebih Sedikit dari Uang Masuk

Ini adalah strategi manajemen keuangan klasik yang paling mendasar, namun banyak orang yang masih belum menerapkannya. Seberapa besar uang yang kamu dapatkan, kamu harus mengeluarkan jumlah yang lebih sedikit dari itu. Kamu bisa memulainya dengan membuat laporan keuangan arus kas, sehingga kamu bisa mengetahui di mana pengeluaran terbesarmu. Dengan begitu, kamu akan bisa mengevaluasi semua pengeluaran dan memangkas hal-hal yang tidak mendesak.

6. Diversifikasi Sumber Pendapatan

Diversifikasi tidak hanya berlaku untuk investasi saja, tetapi juga pendapatan. Temukan berbagai cara kreatif untuk mendiversifikasi sumber pendapatan, misalnya dengan memanfaatkan hobi atau skill yang kamu miliki. Mulailah mencari sumber pendapatan yang bisa menyokong pekerjaan utamamu. Siapa tahu kamu justru menemukan passion baru melalui pekerjaan sampingan yang bisa menghasilkan lebih banyak keuntungan.

7. Manfaatkan Investasi, Bukan Menekan Pengeluaran

Hemat itu baik, namun ada batasnya. Jangan sampai kamu berhemat sampai mengorbankan kesehatan. Prinsip manajemen keuangan di masa pandemi yang sangat berguna untuk menjaga kondisi finansial tetap stabil adalah investasikan uang yang kamu miliki di instrumen investasi dengan profil risiko rendah. Bunga tahunannya bisa kamu manfaatkan untuk keperluan sehari-hari kamu.

8. Budgeting yang Rasional

Pentingnya manajemen keuangan pribadi dan keluarga masih belum dipahami banyak orang. Salah satunya adalah melalui budgeting. Ketika membuat budget, pastikan kamu bersikap rasional. Sesuaikan budget dengan kondisi keuangan kamu saat ini.

Baca juga: Yuk! Belajar Trading Kripto Menggunakan Manajemen Uang

9. Analisis Biaya, Manfaat, dan Risiko

Manajemen keuangan bertujuan untuk meningkatkan kesehatan finansial sesuai dengan kondisimu saat ini. Analisis biaya, manfaat, dan risiko tidak hanya berlaku untuk manajemen di level perusahaan saja, tetapi juga di level pribadi. Pertimbangkan biaya, manfaat, dan risiko dari setiap kegiatan atau transaksi yang kamu buat. Jangan sampai membuat keputusan yang mengandung risiko lebih tinggi daripada mnafaat yang kamu dapatkan.

10. Siapkan Rencana untuk Hal yang Tidak Terduga

Baik untuk manajemen finansial keluarga atau pribadi, kamu tetap harus mempersiapkan dana cadangan untuk hal-hal tidak terduga. Misalnya, biaya ketika anggota keluarga sakit, kerusakan rumah, dan hal-hal lain. Kamu bisa memanfaatkan dana darurat untuk menutupi semua pengeluaran yang sifatnya mendadak.

11. Pilih Investasi yang Aman, Mudah, dan Terpercaya

Investasi adalah kunci untuk mencapai kondisi finansial yang lebih baik tanpa perlu mengeluarkan tenaga yang terlalu besar. Untungnya, kini terdapat berbagai pilihan investasi dengan manfaat dan risiko yang bisa disesuaikan dengan keadaan keuangan masing-masing.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN