Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi

Ilustrasi investasi

Investasi Harus Pakai Uang Dingin, Berikut Pengertian Si Uang Dingin....

Jumat, 15 Juli 2022 | 09:41 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Sebelum memutuskan membeli sebuah produk investasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Mulai dari asal modal yang digunakan hingga jenis investasi yang akan dipilih. Usahakan tidak menggunakan uang kebutuhan sehari-hari untuk investasi. Ini karena produk investasi tidak semuanya menguntungkan sehingga sebaiknya kamu menggunakan uang dingin sebagai modal.

Dikutip dari Pintu Academy, uang dingin adalah uang yang tidak digunakan untuk kebutuhan apapun atau yang juga dikenal sebagai uang mati atau dana darurat. Bagi para investor lama pasti sudah tidak asing lagi dengan uang dingin ini.

Advertisement

Sebab kebanyakan investor akan menggunakan uang sisa kebutuhan dan yang tidak dibutuhkan untuk investasi, agar ketika mengalami kerugian mereka tidak menyesal. Tidak hanya untuk investasi, uang dingin juga sering dijadikan sebagai simpanan dana darurat.

Baca juga: Simak, Cara Menangkal Investasi Bodong

Sehingga ketika sewaktu-waktu kamu butuh uang maka dana darurat bisa kamu butuhkan. Penghasilan bulanan memang harus dipisah dan dibedakan antara kebutuhan untuk harian, dana masa depan, dan uang untuk hiburan.

Tidak ada jumlah pasti yang harus kamu ikuti untuk menentukan besaran uang dingin atau dana darurat. Ini karena penghasilan bulanan setiap orang berbeda-beda sehingga jumlah uang yang bisa dijadikan sebagai uang dingin juga berbeda.

Namun ada beberapa aturan yang bisa kamu terapkan jika masih kebingungan untuk menentukan besaran uang dingin atau dana darurat. Aturan tersebut adalah besaran uang dingin untuk yang masih single yaitu 3 kali dari pengeluaran bulanan.

Jika sudah menikah maka besarannya naik menjadi 6 kali dan bagi kamu yang sudah punya anak maka sisihkan 12 kali dari pengeluaran bulanan untuk dana darurat. Namun, jika kamu memiliki penghasilan yang cukup banyak maka kamu bisa menggabung dana darurat dan investasi.

Baca juga: Selama Berinvestasi Saham, Apakah Lo Kheng Hong Benar-benar Tak Pernah Berutang?

Jika aturan diatas cukup membingungkan maka gunakan hitungan persentase. Yang mana 50% dari penghasilan bulanan digunakan sebagai keperluan pokok sehari-hari. Kemudian sisanya bagi lagi menjadi 30% untuk dana darurat dan juga investasi. Lalu sisanya yakni 20% bisa kamu gunakan sebagai uang hiburan.

Lebih lanjut, kebanyakan orang sering lupa untuk memisahkan antara uang kebutuhan sehari-hari dengan uang untuk dana darurat dan menyimpannya di satu tempat. Sehingga tanpa terasa uang yang seharusnya menjadi dana darurat ini menjadi habis karena terpakai untuk kebutuhan. Oleh karena itu, sangat penting untuk membedakan tempat penyimpanan uang.

Lalu dimana tempat menaruh uang dingin atau dana darurat? Kamu bisa menyimpan uang dingin di salah satu produk investasi. Jika terdapat uang sisa dari penghasilan setiap bulan maka bisa kamu belikan produk investasi sedikit demi sedikit. Sebab sekarang sudah banyak produk investasi yang bisa dibeli dengan modal minim.

Namun pastikan tidak menaruh semua modal atau uang dingin yang kamu miliki di satu instrumen investasi. Hal ini untuk menghindari kerugian dan kehilangan semua modal ketika produk investasi tersebut mengalami penurunan nilai.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN