Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi.

Ilustrasi investasi.

HODL, Simak Yuk Asal Usul dan Keuntungannya…

Jumat, 15 Juli 2022 | 14:40 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - HODL sering dikenal sebagai suatu tindakan menyimpan atau menahan sebuah aset dalam periode waktu tertentu setelah membelinya. Perbedaan antara HODL dengan tindakan penahanan aset yang lain adalah HODL memiliki periode penyimpanan aset lebih lama. Istilah ini mulai dikenal secara tidak sengaja sejak tahun 2013.

Dalam dunia kripto, HODL adalah singkatan dari hold on for dear life dan sebetulnya berasal dari kata hold. Strategi HODL sendiri sering digunakan dalam dunia aset kripto karena dianggap efektif untuk menghindarkan trader dari kerugian sebab volatilitas jangka pendek. Penggunaan strategi HODL juga diharapkan bisa memberikan keuntungan jangka panjang.

Advertisement

Istilah HODL juga digunakan dalam dunia Bitcoin oleh para trader. Yang mana di Bitcoin HODL digunakan sebagai pengingat para trader agar tidak menjual aset mereka dalam waktu dekat setelah membelinya. Hal ini sesuai dengan fungsi HODL sebagai strategi membeli aset lalu kemudian menahan aset tersebut.

Baca juga: Pasar Kripto Lagi Ambruk, Mau HODL? Ini Dia Penjelasannya..

Dikutip dari Pintu Academy, terdapat dua strategi dalam kripto yang bisa kamu pakai, yaitu cut loss dan menahan aset. Beberapa trader lebih memilih strategi cut loss atau menjual aset untuk menyelamatkan modal mereka karena merasa aset tersebut akan terus mengalami penurunan harga di masa depan. Namun, tidak sedikit trader lebih memilih menahan aset atau HODL meski harga aset sedang turun saat itu.

Biasanya para trader yang menggunakan strategi HODL ini karena mereka yakin di masa mendatang aset yang mereka miliki harganya bisa kembali naik. Hal ini sesuai dengan pengertian HODL dalam kripto karena tidak buru-buru menjual aset ketika harganya sedang turun.

Asal usul istilah HODL pertama kali muncul secara tidak sengaja pada tahun 2013 karena pengguna forum bernama Game Kyuubi. Ia salah menuliskan kalimat kekecewaannya pada penurunan harga Bitcoin dan menjadi kalimat “I’M HODlING”. Dari cuitan Game Kyuubi inilah kemudian banyak trader Bitcoin yang mengenal istilah HODL dan menggunakannya sampai saat ini.

Baca juga: Jumlah Pelanggan Kripto Capai 14,58 Juta di Semester I, Kehadiran Bursa Kripto Makin Dinantikan

Jadi, pada awalnya harga Bitcoin sempat melonjak tinggi dari US$ 15 menjadi US$ 1.100 selama bulan Januari hingga Desember awal. Namun, memasuki pertengahan bulan Desember, harga Bitcoin justru turun drastis menjadi US$ 716. Kejadian ini menuai banyak kekecewaan dari pemilik aset Bitcoin, dan tidak sedikit trader yang menjual Bitcoin mereka pada saat itu.

Namun berbeda halnya dengan Game Kyuubi yang tetap menahan aset Bitcoin yang ia miliki meski tengah kecewa. Alhasil banyak orang yang juga mengikuti strategi Game Kyuubi ini dan percaya harga Bitcoin akan kembali naik nantinya. Hal ini terbukti benar, yang mana pada tahun 2017 harga Bitcoin mencapai US$ 19.167 dan terus naik sampai saat tahun 2021 Bitcoin sampai di harga US$ 58.000.

Jika kamu meyakini bahwa aset kripto yang kamu miliki akan terus meningkat harganya di masa yang akan datang, maka kamu dapat menggunakan strategi HODL dan tidak memedulikan volatilitas harga jangka pendek.

Oleh karenanya, penting untuk kamu tentukan terlebih dahulu tujuan investasi dan juga mempelajari aspek fundamental aset kripto yang kamu miliki. Hal ini diperlukan untuk menentukan strategi investasi yang akan kamu lakukan.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN