Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi aset kripto

Ilustrasi aset kripto

Apa Itu IEO Kripto dan Perbedaannya dengan ICO? 

Rabu, 20 Juli 2022 | 11:54 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – IEO kripto adalah metode pengumpulan dana yang relatif lebih sering digunakan oleh proyek kripto dibandingkan metode ICO. Dikutip dari Pintu Academy, IEO kripto adalah metode pengumpulan dana untuk proyek kripto baru yang dilakukan dengan menggaet bursa pertukaran kripto sebagai partner. Bursa pertukaran terpusat akan membantu proyek blockchain dalam melakukan pemasaran, penjualan dan distribusi token awal sehingga proyek bisa memperoleh modal dan publisitas sejak pertama kali diluncurkan.

Evan Luthra dari Cointelegraph menyebutkan bahwa jumlah investasi yang dibuat lewat proyek IEO dari rentang April hingga September 2019 bahkan telah meningkat hingga 50 kali dibandingkan tahun sebelumnya.

Advertisement

Setiap tim proyek blockchain yang ingin mengumpulkan dana dengan metode IEO dapat mengajukan permohonan ke bursa exchange yang menyediakan platform IEO.

Baca juga: Pendirian Bursa Kripto Tetap Dijadwalkan Tahun Ini

Beberapa bursa mengharuskan pengguna untuk menggunakan token asli platform ketika berpartisipasi dalam IEO. Misalnya, Binance mengharuskan pengguna untuk menggunakBn binance Coin (BNB) sementara Bybit mengharuskan pengguna menggunakan BitDao (BIT) dan lain sebagainya.

Pembelian aset kripto ketika IEO dinilai sangat menguntungkan bagi para investor. Chris Brookins dari Coindesk melaporkan bahwa banyak investor global yang aktif berinvestasi dalam IEO karena potensi pengembalian (return) yang ditawarkan cukup besar. Investor bisa membeli token pada level harga yang murah dan menjualnya ketika nilainya sudah naik.

Meskipun memiliki kemiripan, IEO dan ICO adalah metode fundraising yang cukup berbeda.  ICO sendiri tidak membutuhkan perantara. Seluruh mekanisme penjualan dan pemasaran token dilakukan sendiri oleh tim penerbit token. Sebaliknya, IEO memiliki bursa exchange yang berperan sebagai mediator atau perantara antara penerbit token dan investor (sebagai pembeli token).

Baca juga: Jumlah Pelanggan Tumbuh Lebih Banyak, Akankah Transaksi Kripto Bisa Salip Saham?

Patricia Wood, seorang penasehat kripto, mengatakan bahwa tim proyek blockchain tidak perlu mengungkapkan seluruh informasi tentang perusahaan dan pemiliknya untuk proses ICO. Mereka cukup membuat situs web, white paper, dan meluncurkan platform penggalangan dana.

Sayangnya, anonimitas ICO justru banyak dimanfaatkan untuk penipuan. Sebuah studi yang dilakukan oleh Statis Group menunjukkan bahwa ada lebih dari 80% ICO di tahun 2017 yang dikategorikan sebagai penipuan.

Namun, risiko penipuan dalam IEO dapat diminimalisir dengan pemeriksaan yang dilakukan bursa exchange terhadap tim penerbit token. Platform akan memeriksa white paper yang merupakan dokumen kelengkapan IEO yang berisi detail mengenai proyek blockchain. Dokumen ini mencakup visi misi proyek, detail produk yang ditawarkan, teknologi yang digunakan, peran tim pengembang dan pengguna, hingga tujuan penggunaan dana yang terkumpul.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN