Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Nattanan Kanchanaprat (Pixabay)

Ilustrasi investasi. Foto: Nattanan Kanchanaprat (Pixabay)

Capital Gain, Ini Rumus dan Jenis Keuntungannya…

Jumat, 22 Juli 2022 | 14:09 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Apa itu capital gain? Apa hubungannya dengan saham? Apa perbedaan capital gain dengan dividen? Bagaimana memaksimalkan keuntungan kita di pasar saham? Cek ini dia, jawabannya.

Dikutip dari Pintu Academy, capital gain adalah keuntungan yang kamu dapatkan dari selisih harga jual dikurangi harga awal saat kamu membeli saham pertama kali. Sedangkan, dividen adalah profit yang berhasil dicetak oleh perusahaan yang dibagikan kepada para investor tiap tahun pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Akan tetapi, terkadang perusahaan tidak membagikan dividen meskipun telah mencetak untung. Mereka menggunakan keuntungan tersebut untuk diputar lagi sebagai modal usaha.

Advertisement

Meskipun sama-sama memberikan keuntungan pada investor, kedua instrumen ini memiliki banyak perbedaan.

Bagi kamu yang ingin mendapatkan dividen, kamu harus sudah terdaftar sebagai pemegang saham sebelum tanggal pembagian dividen. Tanggal pembagian dividen biasa disebut cum date, sedangkan batas setelah penerimaan dividen disebut ex date. Apabila kamu tercatat sebagai pemegang saham setelah tanggal ex date maka kamu tidak akan menerima dividen.

Baca juga: DCII Pimpin Capital Gain Saham, MATIC Rajai Kripto

Lebih lanjut, dalam dunia investasi, kamu akan mendapati dua jenis keuntungan modal, yakni jangka panjang dan jangka pendek. Keuntungan jangka pendek biasanya didapatkan ketika seorang investor mendapatkan hasil dari menjual sahamnya dalam rentang kurang dari satu tahun. Keuntungan ini bisa didapatkan apabila harga jual saham lebih tinggi dari harga beli saham ditambah biaya penjualan dan pajak.

Sedangkan, keuntungan jangka panjang didapatkan ketika seorang investor mendapatkan hasil dari menjual sahamnya dalam rentang waktu lebih dari satu tahun. Keuntungan ini bisa didapatkan apabila harga jual saham lebih tinggi dari harga beli saham ditambah biaya penjualan dan pajak.

Jenis keuntungan seperti ini sangat direkomendasikan oleh pialang saham dunia seperti Warren Buffet, Charlie Munger, Ray Dalio, dan sebagainya. Keuntungan lain dari skema ini adalah kamu dapat meminimalisir resiko, biaya penjualan, dan pajak. Sehingga hasil yang kamu dapatkan akan optimal meskipun harus memakan waktu yang lama.

Baca juga: Wall Street Anjlok, Biden Incar Pajak Capital Gain

Di sisi lain, ada pajak yang merupakan faktor yang harus kamu  betul-betul cermati. Misalnya, pajak capital gain pada properti dan saham. Namun, perlu diingat, bahwa pajak ini hanya dibebankan jika kamu melakukan penjualan, jika dalam satu tahun kamu tidak melakukan penjualan sama sekali maka kamu tidak perlu membayar pajak meskipun kamu memperoleh capital gain.

Sementara itu, jika kamu menilai pasar saham merupakan investasi yang rumit dengan banyaknya rumus yang harus kamu ingat, kamu bisa memilih instrumen investasi lainnya. Beberapa instrumen lain yang bisa kamu pilih misalkan properti, logam mulia, mata uang dan kripto.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN