Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Iklan untuk aset kripto Bitcoin di sebuah jalan di Hong Kong pada 17 Februari 2022. (FOTO: AP/Kin Cheung, File)

Iklan untuk aset kripto Bitcoin di sebuah jalan di Hong Kong pada 17 Februari 2022. (FOTO: AP/Kin Cheung, File)

Apa Itu Digital Aset? Ini Panduan Lengkap untuk Pemula

Rabu, 27 Juli 2022 | 13:53 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Aset kripto yang saat ini dimiliki oleh banyak orang di luar sana merupakan salah satu bagian dari perkembangan revolusi digital aset. Digital aset sebenarnya bukanlah sebuah istilah baru melainkan sudah berkembang sejak pertengahan 1990-an.

Saat itu, aset digital dikenal oleh publik sebagai suatu item seperti video, gambar, suara, dan dokumentasi. Seiring dengan berkembangnya teknologi, aset digital bukan hanya meliputi hal tersebut saja namun sudah termasuk data pelanggan, channel digital, dan lainnya.

Advertisement

Dilansir dari Pintu Academy, digital aset adalah segala sesuatu yang ada dalam data biner yang berdiri sendiri, dapat diidentifikasi secara unik, dan memiliki nilai atau kemampuan untuk digunakan. Lantas, bagaimana Bitcoin dan aset kripto lainnya dapat disebut sebagai aset digital.

Baca juga: Perusahaan Blockchain Sahkan Aset Digital Pertama Rusia dengan Paladium

Penjelasan mudahnya, Bitcoin adalah sebuah komoditas yang bisa diperjualbelikan namun tidak memiliki wujud secara fisik. Selain trading, Bitcoin dan aset kripto juga bisa menjadi media investasi untuk penyimpanan nilai (store of value). Sehingga, Bitcoin dan aset kripto lainnya disebut sebagai digital asset yang disimpan di sebuah dompet kripto karena memiliki fungsi untuk pembayaran, trading, dan investasi.

Tentunya ada beberapa faktor mengapa Bitcoin dan cryptocurrency lainnya dianggap aset digital masa depan antara lain stabilitas harga di exchange, tingkat permintaan, keamanan, likuiditas, dan terdesentralisasi.

Baca juga: Nanovest Platform Jual Beli Aset Digital Resmi Terdaftar di BAPPEBTI  

Lebih lanjut, nama besar teknologi blockchain muncul beriringan dengan mata uang digital paling fenomenal, Bitcoin. Menurut Coinmarketcap per Februari 2019, terdepat lebih dari 2.000 jenis cryptocurrency. Ini adalah jumlah yang sangat banyak dan telah meningkat berkali-kali lipat sejak 2009 silam, saat Bitcoin baru mulai diperkenalkan kepada publik.

Dalam praktiknya, pembuatan sebuah token baru kripto dapat diklasifikasikan ke dalam mejadi tiga jenis di antaranya aset penyimpan nilai, token utilitas, dan token sekuritas.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN