Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Gerd Altmann (Pixabay)

Ilustrasi investasi. Foto: Gerd Altmann (Pixabay)

Apa Perbedaan Investasi dan Spekulasi?

Senin, 1 Agustus 2022 | 09:52 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Ketika seseorang memutuskan untuk meletakan dana pada instrumen saham, forex, kripto, dan lainnya, sebenarnya mereka sedang melakukan spekulasi atau investasi?

Dikutip dari Pintu Academy, pada dasarnya, dalam konteks penanaman modal, spekulasi adalah aktivitas penanaman modal pada suatu produk finansial yang probabilitas gagalnya tinggi. Spekulasi biasanya mengharapkan return yang tingginya abnormal dan belum tentu tercapai.

Dalam berspekulasi, seseorang berusaha membuat keputusan berdasarkan pertimbangan yang didasarkan pada tujuan trading mereka. Meski begitu, risiko dalam berspekulasi cenderung tinggi.

Hal ini senada dengan definisi spekulasi menurut KBBI, yang mana diartikan sebagai dugaan atau tindakan yang tidak berdasarkan kenyataan.

Untuk memahami lebih dalam mengenai perbedaan spekulasi dan investasi, kamu bisa melihat contoh spekulasi berikut. Investor A menanamkan modal pada perusahaan penambangan emas yang masih baru dan tidak stabil. Dalam hal ini, hanya terdapat dua kemungkinan yang mana saham perusahaan bisa saja meroket naik atau justru perusahaan mengalami kebangkrutan.

Baca juga: Siasat Investasi di Tengah Ancaman Resesi

Kebanyakan investor biasanya tidak akan berinvestasi pada perusahaan seperti di atas. Namun spekulator berani mengambil risiko hilangnya dana mereka demi memperoleh pengembalian yang tinggi.

Pada umumnya, spekulator hanya mengambil keputusan berdasarkan firasat, meskipun ada latar belakang pengalaman dan pendidikan juga yang akan mempengaruhi keputusan mereka secara tidak langsung.

Sementara, bentuk investasi sangatlah beragam. Investasi bisa berupa uang, waktu, dan energi. Dalam konteks finansial, investasi artinya membeli dan menjual sekuritas seperti saham dan berbagai produk finansial lainnya. Dari sana, investor berusaha untuk mendapat keuntungan dari modal yang mereka tanamkan.

Baca juga: Rupiah Menguat Dipicu Spekulasi Fed Kurangi Agresivitas Moneter

Dalam perbedaannya dengan trading, investasi adalah tindakan membeli dan menahan sebuah aset dalam jangka waktu lama, setidaknya satu tahun.

Setelah mengetahui tentang contoh spekulasi, kamu juga perlu memahami tentang contoh investasi. Investor B memutuskan untuk berinvestasi di perusahaan multinasional. Berdasarkan hasil riset dan analisis laporan keuangan dan riwayat performa, perusahaan ini bisa memberikan dividen yang meningkat secara konsisten dan risiko gagal bayar yang rendah.

Lalu, apa bedanya dengan spekulasi?. Riset dan analisis adalah kunci utama dalam proses berinvestasi. Proses ini termasuk mengevaluasi berbagai faktor aset, pola, dan tren di pasar, serta memanfaatkan analisis teknis maupun fundamental.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN