Menu
Sign in
@ Contact
Search

Apa Itu Gaya Hidup Konsumtif dan Contohnya

Sabtu, 19 November 2022 | 17:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Gaya hidup konsumtif adalah salah satu pola hidup yang banyak dimiliki oleh masyarakat dewasa ini. Apa itu gaya hidup konsumtif, contoh, dan dampak perilaku ini?

Dilansir dari Pintu Academy, menurut KBBI, konsumtif adalah kata sifat yang berarti sesuatu yang bersifat konsumsi, hanya memakai dan tidak menghasilkan sendiri. Bisa pula didefinisikan bahwa perilaku konsumtif adalah perilaku seseorang yang membeli barang, padahal barang tersebut tidak terlalu penting dan jarang digunakan.

Sementara itu, gaya hidup konsumtif adalah sebuah tindakan menggunakan suatu produk secara tidak tuntas. Hal ini berarti bahwa belum habis suatu produk digunakan, seseorang telah menggunakan produk lain dengan fungsi yang sama. Beberapa produk yang masuk ke dalam gaya hidup konsumtif ini biasanya adalah tas, pakaian, sepatu, aksesoris dan lain-lain.

Baca juga: Produk Bermasalah, Askrindo Hentikan Asuransi Kredit Konsumtif Sejak 2021

Sedangkan, pola hidup konsumtif adalah gambaran pola hidup seseorang yang hanya dikendalikan dan didorong oleh keinginan untuk memenuhi kesenangan semata.

Ada banyak contoh perilaku konsumtif yang terkadang tidak kamu sadari. Berikut beberapa contoh hidup konsumtif adalah membeli baju, tas, jam tangan atau sepatu secara berlebihan. Padahal, sudah memiliki barang tersebut di rumah. Sehingga, baju, tas, jam tangan atau sepatu hanya akan menumpuk dan tidak terpakai sama sekali.

Contoh lain yang paling sering terjadi adalah membeli barang branded hanya untuk meningkatkan status sosial.

Dampak Positif Konsumerisme

Gaya hidup konsumtif yang terjadi secara terus menerus bisa menjadikan seseorang berperilaku konsumerisme. Konsumerisme adalah sebuah ideologi bagi seseorang yang melakukan gaya hidup konsumtif tanpa sadar dan berkelanjutan. Gaya hidup ini bukan sesuatu yang bagus, meski juga ada beberapa dampak positif konsumerisme,

Baca juga: Kredit Produktif dan Konsumtif, Yuk Pahami Bedanya 

Pertama, mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketika barang atau jasa banyak diminati dalam suatu masyarakat, maka pemilik usaha akan bekerja lebih keras untuk menghasilkan barang-barang tersebut. Pada akhirnya, siklus ini akan menciptakan siklus pembelian dan penjualan yang lebih cepat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kedua, meningkatkan kreatifitas dan inovasi. Konsumen biasanya tertarik pada produk baru yang cenderung lebih inovatif. Hal inilah yang akan mendorong pemilik usaha terus menawarkan barang atau jasa baru yang lebih menarik. Kreativitas akan terus meningkat dengan banyaknya penelitian yang dilakukan.

Baca juga: Fokus Pasar: THR dan Perilaku Konsumtif

Ketiga, penurunan biaya produksi. Karena minat pada barang semakin tinggi, jumlah produksi barang juga semakin meningkat. Semakin banyak jumlah produksi, semakin rendah biaya yang dibutuhkan. Ini juga berdampak pada harga barang yang nantinya dibeli konsumen menjadi lebih rendah.

Keempat, mendorong Banyaknya Pekerja Lepas dan Wirausaha. Semakin banyak barang yang dibutuhkan, semakin banyak pula tenaga kerja yang harus memproduksi barang. Karena itu, konsumerisme juga mendorong pekerja lepas dan wirausaha. Akan ada banyak orang yang berusaha membuat barang demi memenuhi kebutuhan masyarakat konsumerisme.

Di lain sisi, agar bisa memenuhi kebutuhan konsumtif, seseorang juga harus mendapatkan penghasilan tambahan. Salah satunya menjadi pekerja lepas atau berwirausaha.

Teakhir, konsumen diberikan banyak piliha. Konsumen diberikan lebih banyak pilihan produk dalam masyarakat konsumerisme. Kamu dapat menemukan banyak pilihan daripada sebelumnya di beberapa kategori produk, seperti rasa minuman atau makanan baru, dan banyak lagi.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com