Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi

ilustrasi

Analisis Transaksi: Definisi dan Fungsi Pada Jurnal Akuntansi

Selasa, 20 Des 2022 | 14:31 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Dikutip dari Pintu Academy, analisis transaksi adalah kegiatan untuk mengumpulkan data dari berbagai transaksi seperti pemasukan, pengeluaran, biaya operasional, pajak, hingga pembelian aset. Dari situ manajemen akan mengetahui bagaimana transaksi tersebut akan mempengaruhi akun pada buku besar.

Analisis transaksi adalah langkah pertama dalam proses akuntansi dengan melakukan analisis pada setiap transaksi yang memengaruhi bisnis. Saat menganalisis setiap peristiwa ekonomi, manajer keuangan akan mempelajari bagaimana hal itu memengaruhi persamaan akuntansi, yang harus tetap seimbang setelah melakukan pencatatan setiap transaksi.

Dengan mengidentifikasi dan menganalisis setiap transaksi, manajer keuangan dapat menentukan bagaimana pengaruhnya terhadap ekuitas pemilik serta berbagai aset dan kewajiban sehingga dapat dicatat dengan benar ke dalam pembukuan akuntansi. Meskipun terdengar seperti proses yang rumit, analisis transaksi akan nampak mudah begitu kamu merinci setiap langkah dalam prosesnya.

Baca juga: Mengapa Investor Wajib Memahami Analisis Teknikal Saham?

Advertisement

Manfaat Analisis Transaksi

Setiap kegiatan dalam manajemen memiliki tujuan spesifik, termasuk analisis transaksi.  Dalam setiap kegiatan analisis transaksi melibatkan pendokumentasian setiap transaksi yang berdampak pada keuangan perusahaan. Langkah pencatatan ini sangat penting dalam proses akuntansi dan membantu menunjukkan bagaimana transaksi bisnis memengaruhi aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan. Beberapa manfaat yang bisa didapat oleh perusahaan dengan melakukan analisis transaksi di antaranya adalah:

●          Mengetahui posisi keuangan periode tertentu

●          Menemukan kelemahan perusahaan pada divisi tertentu

●          Menemukan kelebihan dan keunggulan komparatif yang dimiliki perusahaan.

●          Memutuskan langkah dan kebijakan

●          Bahan Evaluasi kinerja perusahaan.

Contoh Langkah-Langkah Analisis Transaksi

Setiap transaksi yang memiliki dampak finansial pada perusahaan menghasilkan perubahan pada persamaan akuntansi pada laporan keuangan perusahaan. Membeli aset akan mengakibatkan peningkatan ekuitas, sedangkan menjual aset akan mengakibatkan penurunan ekuitas.

Sebelum mencatat transaksi, kamu harus menentukan apakah transaksi tersebut memiliki dampak finansial pada perusahaan atau tidak. Jika transaksi melibatkan sejumlah uang dan dana telah dipertukarkan, itu adalah transaksi yang memenuhi syarat dan harus dicatat. Misalnya, membayar deposit untuk membeli peralatan untuk bisnis adalah transaksi yang dicatat, tetapi melakukan suatu kegiatan tanpa melakukan pembayaran tidak termasuk hal yang perlu dicatat.

Baca juga: Mau Transaksi Saham Pakai Fasilitas Margin? Kenali Dulu Ilmunya

Mari kita simak panduan langkah demi langkah untuk analisis transaksi bisnis:

1. Menentukan Jenis Akun

Langkah pertama adalah menentukan akun mana yang terpengaruh oleh transaksi tersebut. Misalnya, jika pemilik bisnis menginvestasikan Rp10 juta ke dalam kas perusahaan, maka akun yang terlibat adalah akun kas.

Tentukan apakah akun tersebut masuk dalam kategori aset, liabilitas, atau ekuitas. Contoh transaksi yang masuk dalam kategori aset adalah uang kas, wesel tagih, piutang, tanah, peralatan, bangunan, inventaris, dan biaya dibayar di muka. Contoh transaksi yang masuk dalam liabilitas adalah wesel bayar, hutang usaha, dan cicilan bank. Akun ekuitas mencakup dividen, laba ditahan, pendapatan, dan biaya sewa.

2. Terapkan Aturan Debit dan Kredit pada Akun

Debit meningkatkan akun aset dan kredit meningkatkan akun kewajiban atau ekuitas. Debit berarti mencatat transaksi di sisi kiri, sedangkan kredit berarti mencatat transaksi di sisi kanan.

Untuk menjaga agar persamaan akun tetap seimbang, setiap debit harus memiliki kredit yang sesuai. Metode ini dikenal sebagai neraca keseimbangan, berfungsi untuk menjaga agar persamaan akuntansi tetap seimbang.

Setelah itu lakukan rekapitulasi data secara holistik atau menyeluruh untuk melakukan validasi transaksi dan melakukan perhitungan.

3. Catat Transaksi dalam Jurnal

Setelah selesai menganalisis transaksi dan telah menentukan akun yang terlibat dan di mana transaksi perlu didebit dan dikreditkan, kamu siap untuk mencatatnya dalam jurnal. Pastikan untuk mencatat transaksi tersebut sesuai tanggal kejadian untuk memastikan pembukuan tetap teratur.

Jenis Transaksi Keuangan

Dalam kehidupan pribadi atau kegiatan operasional pada perusahaan komersil, pasti kita melakukan transaksi keuangan. Ada beberapa contoh transaksi yang bisa digunakan sebagai acuan dalam melakukan input data keuangan. Beberapa jenis transaksi tersebut diantaranya adalah pembayaran utang, pelunasan piutang dagang, pembelian stok barang, pembayaran gaji karyawan, hingga pembagian dividen kepada investor. Agar lebih memahami jenis-jenis transaksi keuangan simak penjelasannya di bawah ini:

Baca juga: Transaksi OCTO Mobile Tumbuh 87,2% YoY

Jenis Transaksi Akuntansi Berdasarkan Hubungan Kelembagaan

Yang pertama akan kita bahas adalah jenis-jenis transaksi akuntansi menurut hubungan kelembagaannya, yaitu transaksi eksternal dan transaksi internal.

1.         Transaksi Eksternal

Transaksi eksternal melibatkan perdagangan barang dan jasa, oleh karena itu dapat dikatakan bahwa setiap transaksi yang dilakukan oleh dua orang atau dua organisasi dengan satu pembelian dan yang lainnya menjual dianggap sebagai transaksi eksternal. Contohnya Jika Perusahaan A membeli bahan baku untuk produksinya dari Perusahaan B, maka ini disebut transaksi eksternal.

2.         Transaksi Internal

Transaksi internal tidak melibatkan penjualan ataupun pembelian dari pihak luar melainkan proses lain didalam perusahaan. Contoh transaksi internal diantaranya adalah gaji karyawan, pembagian divide, pemberian bonus, dan biaya penyusutan aset tertentu.

Baca juga: Transaksi di Halal Expo Turki Diperkirakan Mencapai Rp 29,9 Miliar

Jenis Transaksi Akuntansi Berdasarkan Metode pembayaran

Berdasarkan metode pembayaran terdapat tiga jenis transaksi yang dapat mempengaruhi arus kas pada perusahaan, ketiga jenis transaksi tersebut adalah:

1.         Transaksi Tunai

Transaksi tunai adalah bentuk transaksi yang paling umum, yang mengacu pada transaksi dengan penggunaan uang tunai. Misalnya, pembelian perlengkapan kantor, pembayaran hutang, pembayaran pajak. Meskipun tidak menggunakan uang tunai secara riil, pembayaran menggunakan kartu debit, kartu debit, atau cek akan dianggap sebagai transaksi tunai.

2.         Transaksi Non Tunai

Transaksi non tunai tidak terkait dengan transaksi yang menentukan apakah uang tunai telah dibayarkan atau akan dibayarkan di masa depan. Misalnya, jika Perusahaan A membeli mesin dari Perusahaan B dan melihat bahwa mesin itu rusak, pengembaliannya tidak memerlukan uang tunai yang dikeluarkan, sehingga termasuk dalam transaksi non-tunai. Dengan kata lain, transaksi yang tidak termasuk pembayaran tunai atau kredit adalah transaksi non tunai.

3.         Transaksi Kredit

Transaksi kredit adalah transaksi yang ditangguhkan pembayarannya sesuai perjanjian dan akan diselesaikan di masa mendatang. Utang perusahaan ataupun piutang dagang dapat termasuk dalam jenis transaksi kredit. Transaksi kredit biasanya memiliki periode tertentu seperti 30 hari, 60 hari, atau 90 hari, tergantung pada produk atau layanan yang dijual.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com