Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi investasi. Foto: Lukas (Pexels)

Ilustrasi investasi. Foto: Lukas (Pexels)

Mengenal Modal Investasi dan Contohnya

Rabu, 28 Des 2022 | 15:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Dikutip dari Pintu Academy, Pengertian modal investasi adalah akuisisi aset fisik oleh perusahaan yang bertujuan untuk memajukan gol bisnis, terutama dalam jangka panjang. Akuisisi real estate, mesin dan pabrik adalah beberapa contoh pembelian aset sebagai bentuk dari modal investasi. Untuk akuisisi, modal yang digunakan bisa berasal dari berbagai macam sumber, misalnya mengajukan pinjaman dari bank.

Dengan kata lain, modal investasi awal adalah uang yang dikeluarkan perusahaan untuk mendanai pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Istilah ini lebih sering mengacu pada akuisisi aset yang sifatnya permanen seperti real estate dan peralatan. Sumber dana untuk aset yang nilainya besar biasanya didapat dari pinjaman bank atau menerbitkan saham. Bentuk uangnya bisa tunai, aset, atau pinjaman.

Modal investasi ini dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu modal investasi uang tunai dan modal investasi aset fisik. Modal investasi dalam bentuk uang tunai biasanya dilakukan oleh individu atau kelompok, misalnya oleh pemodal perorangan, lembaga finansial seperti bank, dan lain sebagainya.

Advertisement

Baca juga: BI: Kewajiban Neto Investasi Internasional RI Turun di Kuartal III

Sebuah perusahaan baru bisa mencari uang untuk modal investasi melalui berbagai channel, misalnya saja perusahaan permodalan, angle investor yang percaya kepada perusahaan baru tersebut dan lembaga keuangan tradisional seperti bank.

Sedangkan modal investasi berupa aset fisik bisa dilakukan oleh para eksekutif perusahaan. Mereka biasanya membeli aset bersifat jangka panjang seperti peralatan yang berguna untuk membantu kegiatan operasional perusahaan agar bisa berjalan lebih efisien dan pertumbuhannya lebih cepat.

Fungsi Modal Investasi

Beberapa fungsi modal investasi adalah meningkatkan kapasitas operasional. Bisnis baru sering kali dimulai dalam skala kecil. Dengan bangunan kantor yang kecil, pabrik kecil, dan gudang kecil. Jika ingin memiliki kapasitas operasional yang lebih besar, tentunya perlu ruang yang lebih besar pula.

Maka, biasanya perusahaan berusaha meningkatkan kapasitas tersebut dengan cara menanamkan modal investasi, misalnya membeli gedung untuk dijadikan pabrik yang lebih besar, jadi kapasitas pun bisa lebih besar. Begitu juga dengan membeli tanah untuk membuat bangunan yang lebih besar. Dengan begitu, mereka bisa mempekerjakan lebih banyak karyawan untuk skala kerja yang lebih besar.

Baca juga: Strategi Investasi di 2023 Ala Member Pluang Plus

Selain itu, fungsi selanjutnya adalah memperluas jangkauan pasar. Misalnya seseorang memiliki bisnis restoran kecil. Karena hanya punya satu tempat, maka hanya bisa dapat pasar yang ada di sekitar restoran tersebut. Jadi skala pasarnya sangat terbatas. Kalau ingin meningkatkannya, maka harus membeli lahan tambahan.

Dengan memiliki lahan baru, cabang restoran juga bisa bertambah. Otomatis, usaha restoran tersebut juga bisa mendapatkan pasar yang lebih luas. Restoran bisa mendapat konsumen di area yang baru. Jumlah konsumen dan pelanggan pun jadi meningkat.

Fungsi lainnya adalah mengumpulkan keuntungan lebih besar. Untuk bisnis berskala sedang, misalnya keuntungan yang didapat dalam setahun adalah Rp 1 miliar. Jika ingin meningkatkan keuntungan agar jadi lebih besar, maka salah satu caranya adalah membeli tambahan mesin untuk meningkatkan skala produksi.

Dengan membeli mesin yang lebih baru dengan teknologi yang lebih canggih, serta mampu menghasilkan produk yang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan konsumen, maka akan berdampak positif pula untuk meningkatkan keuntungan.

Baca juga: Mirae Asset Korsel akan Investasi US$ 72 Juta di Space X pada Januari 2023

Ditambah lagi fungsi mengganti aset lama. Aset perusahaan tentunya memiliki masa pakai tertentu, misalnya seperti mesin pabrik. Mesin tidak bisa dipakai selamanya karena mesin pasti ada masa kadaluarsanya dan bisa rusak karena pemakaian.

Karena itu, perusahaan perlu membeli mesin baru sebagai aset baru yang menggantikan aset lama. Aktivitas operasional sehari-hari pun jadi lebih efisien. Biaya produksi pun biasanya lebih hemat jika menggunakan mesin baru.

Ditambah lagi, pembaharuan teknologi. Tiap tahunnya, perkembangan teknologi berjalan secara sangat cepat. Sebuah bisnis bisa menyesuaikan diri dengan membeli berbagai perlengkapan baru dengan teknologi yang lebih baik pula.

Misalnya saja, komputer yang spesifikasinya jauh lebih modern atau kendaraan operasional yang lebih cepat dan kokoh. Keduanya sama-sama membuat kegiatan operasional perusahaan jadi lebih cepat dan efisien.

Baca juga: Meski Unrealized Loss Investasi dari GOTO Naik, Saham Telkom (TLKM) masih Menggiurkan, Begini Analisanya

Contoh Modal Investasi

Sebelum mengakuisisi aset untuk modal investasi, hal yang harus diperhatikan adalah rencana bisnis jangka panjang. Contoh modal investasi adalah:

●          Membeli tanah untuk ekspansi perusahaan, bisa di kota yang sama atau di kota berbeda

●          Membeli bangunan untuk dijadikan pabrik atau gudang yang lebih besar dibandingkan skala produksi atau penyimpanan sebelumnya

●          Membeli mesin pabrik baru agar mendapat mesin yang teknologinya jauh lebih canggih, lebih aman digunakan sehingga keamanan dan kesejahteraan karyawan bisa lebih terjamin. Proses produksi juga lebih banyak, cepat dan efisien, sehingga pemasukan perusahaan pun lebih besar.

Pada intinya, modal investasi adalah sejumlah modal yang dikeluarkan perusahaan untuk mendanai pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com