Menu
Sign in
@ Contact
Search
Standard Chartered. (Dok: Perusahaan)

Standard Chartered. (Dok: Perusahaan)

Standard Chartered Bagi-bagi Strategi Investasi 2023

Rabu, 11 Jan 2023 | 17:07 WIB
Zsazya Senorita (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Standard Chartered Wealth Management Chief Investment Office (CIO) baru saja merilis laporan Outlook 2023, yang mengurai strategi investasi serta sejumlah tema utama untuk perekonomian yang diperkirakan akan terus menemui tantangan pada 2023.

Pertumbuhan perekonomian global yang melambat karena resesi ekonomi Amerika Serikat diperkirakan akan turut menahan laju inflasi. Namun demikian, tingkat inflasi kemungkinan akan tetap berada di atas tingkat yang aman bagi para bank sentral di seluruh dunia.

Sementara itu, laporan ini juga memperkirakan pertumbuhan di Tiongkok akan pulih karena adanya penghapusan pembatasan kegiatan masyarakat secara bertahap dan fokus kebijakan pada stabilisasi pertumbuhan di negara tersebut.

Baca juga: Bank Dunia Kembali Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia Jadi 1,7%

Advertisement

Dengan latar belakang di atas, tim CIO Standard Chartered merekomendasikan kepada para investor untuk membangun fondasi yang aman, meliputi empat poin.

Pertama, amankan imbal hasil (yield) karena tingkat imbal hasil saat ini menjadi salah satu peluang besar pada 2023. Fokus harus ditujukan pada obligasi overweight, seperti obligasi pemerintah dan atau korporasi yang berkualitas, dibandingkan ekuitas dan uang tunai.

Kedua, alokasikan investasi kepada nilai jangka panjang. Fokus kepada tingkat imbal hasil harus diimbangi dengan eksposur ke nilai jangka panjang, yang terlihat di pasar ekuitas dan obligasi Asia (di luar Jepang). Di kawasan Asia di luar Jepang, investasi bisa ditujukan pada ekuitas Tiongkok yang overweight, mengingat valuasinya yang murah serta katalis positif. Kelas aset menarik lainnya adalah obligasi Asia USD.

Ketiga, antisipasi kejutan lebih lanjut. Adanya kemungkinan resesi di Amerika Serikat membuat investor harus siap menghadapi kejutan yang tidak menguntungkan. Obligasi pemerintah berkualitas tinggi dapat menjadi salah satu mitigasi tersebut. Uang tunai dan emas juga merupakan penjaga portofolio utama.

Keempat, keluar dari pendekatan tradisional. Dengan asumsi kenaikan yang tidak normal dalam korelasi antara obligasi dan saham tidak akan bertahan hingga akhir 2023, maka permintaan untuk aset yang relatif tidak berkorelasi kemungkinan besar akan terus berlanjut.

Strategi alternatif, seperti strategi alternatif likuid dan kelas aset privat dinilai dapat membantu investor.

Tim CIO menilai bahwa pasar valuta asing bisa menjadi sumber peluang lain, di mana Dolar AS berkemungkinan turun selama 6-12 bulan ke depan. Sebab, The Fed menawarkan katalis dalam bentuk jeda dalam siklus kenaikan suku bunga bank sentral. Tim CIO juga bersikap bullish pada nilai mata uang EUR dan JPY, dan menilai kedua mata uang tersebut bisa menguat tahun ini.

Group Chief Investment Officer CIO Steve Brice menambahkan, pemilihan sektor yang tepat merupakan sumber pengembalian lainnya. Di Tiongkok, sektor layanan komunikasi dan pilihan konsumen diharapkan mendapat manfaat dari kebijakan pengurangan pembatasan kegiatan masyarakat.

Sementara di India, sektor keuangan, industri, dan kebutuhan pokok konsumen akan mendapat manfaat dari permintaan domestik. Di Amerika Serikat sektor kesehatan, kebutuhan pokok, dan energi lebih banyak diminati. Sedangkan di Eropa, sektor keuangan dan energi merupakan pilihan utama.

Baca juga: Menlu Ingatkan Tantangan Dunia di 2023 Semakin Berat

“2022 merupakan tahun penarikan besar-besaran. Hal ini membawa dampak kepada banyak investor dan membuat mereka sulit untuk mendapatkan perlindungan di pasar keuangan. Perspektif baru berdasarkan kondisi pasar saat ini masih mungkin untuk melayani investor dengan baik, dan kami berharap laporan outlook terbaru kami, akan memungkinkan mereka untuk membuat keputusan investasi yang objektif yang sesuai dengan tujuan kekayaan mereka,” papar Steve dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (11/1/2023).

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com