Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nasabah melakukan transaksi melalui ATM BNI di sebuah pusat perbelanjaan, Jakarta. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Nasabah melakukan transaksi melalui ATM BNI di sebuah pusat perbelanjaan, Jakarta. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

BNI Melaju Sesuai Harapan

Sabtu, 8 Mei 2021 | 14:15 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Pemulihan kinerja operasional dan keuangan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI sudah sesuai harapan sejumlah analis yang ditunjukkan dari realisasi laporan keuangan pada kuartal I-2021. Meski demikian, perseroan diperkirakan tetap mengeluarkan biaya pencadangan (provisi) yang besar tahun ini.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri mengungkapkan, perbaikan tersebut terlihat dari peningkatan laba operasional sebelum provisi BNI menjadi Rp 7,83 triliun pada kuartal I-2021 dibandingkan kuartal I-2020 yang sebesar Rp 7,4 trililun dan kuartal IV-2020 yang senilai Rp 7,72 triliun.

Sedangkan provisi perseroan tetap besar mencapai Rp 4,81 triliun pada kuartal I-2021 dibandingkan kuartal I-2020 yang sebesar Rp 2,11 triliun. Namun, nilainya jauh di bawah provisi kuartal IV-2020 yang sebanyak Rp 8,44 triliun.

Masih tingginya provisi membuat laba bersih perseroan turun menjadiRp 2,38 triliun pada kuartal I-2021 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 4,25 triliun. Meski demikian, perolehan laba tersebut melonjak dari realisasi pada kuartal IV-2020 yang mencatat rugi bersih Rp 914 miliar.

BNI tetap melayani pascagempa mengguncang Malang, Sabtu siang (10/4/2021).
Salah satu KC BNI

“Realisasi kinerja BNI pada kuartal I-2021 tersebut telah melampaui ekspektasi kami. Hal ini didukung oleh penurunan biaya kredit lebih besar dibandingkan ekspektasi kami semula. Lonjakan laba bersih juga didukung oleh peningkatan marjin bunga bersih,” tulis Eka dalam risetnya.

Peningkatan NIM, menurut dia, tak lepas dari upaya manajemen BNI memangkas bunga deposito sejalan dengan penurunan tingkat bunga perbankan. Hal ini membuat NIM perseroan merangkak naik menjadi 4,9% dan biaya dana (cost of fund) berada pada kisaran proyeksi manajemen 3,3-3,6% untuk tahun 2021.

Berlangsungnya pemulihan kinerja BNI juga ditunjukkan oleh perbaikan kualitas aset dengan melanjutkan pemantauan perkembangan restrukturisasi kredit. Apalagi, total pinjaman yang direstrukturisasi juga telah turun menjadi Rp84,3 triliun hingga akhir Maret 2021 dibandingkan akhir tahun 2020 senilai Rp 102,4 triliun.

Terkait pertumbuhan kredit, BNI diperkirakan tetap mempertahankan kredit korporasi sebagai penopang utama. Kredit korporasi kemungkinan difokuskan kepada perusahan blue chip, sehingga perseroan diharapkan bertumbuh lebih cepat dibandingkan bank lainnya.

Penguatan pasar kredit korporasi kelas satu diharapkan membuat target pertumbuhan kredit perseroan sebesar 6,4% sepanjang tahun 2021 bakal terwujud.

Harga saham BBNI dalam satu dekade terakhir, Prospek BBNI, dan kinerja keuangan BNI
Harga saham BBNI dalam satu dekade terakhir, Prospek BBNI, dan kinerja keuangan BNI

Berbagai faktor tersebutmendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp 8.000. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan PBV sekitar 1,3 kali tahun ini. Target tersebut mengasumsikan CoE sekitar 11,4%.

Adapun laba bersih BNI tahun ini diproyeksikan meningkat menjadi Rp 7,08 triliun dibandingkan tahun lalu Rp 15,38 triliun. Laba operasional sebelum provisi (PPOP) diproyeksikan naik dari Rp 27,82 triliun menjadi Rp 30,83 triliun.

Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Handiman Soetoyo, Hariyanto Wijaya, dan Rizkia Darmawan menyoroti tingginya provisi yang harus dikeluarkan BNI tahun ini. Hingga kuartal I-2021, perseroan telah mengeluarkan provisi Rp 4,81 triliun diband ingkan periode sama tahun lalu Rp 2,11 triliun dan kuartal IV-2020 senilai Rp 8,44 triliun.

Nasabah melakukan transaksi menggunakan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Kantor Bank BNI, di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Nasabah melakukan transaksi menggunakan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Kantor Bank BNI, di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

“Perseroan telah menunjukkan perbaikan bisnis inti yang berimplikasi terhadap pertumbuhan PPOP BNI sebesar 5,9% menjadi Rp 7,83 triliun pada kuartal I-2021. Namun, masih besarnya provisi berimbas terhadap penurunan laba bersih perseroan,” tulis Handiman,

Hariyanto, dan Rizkia dalamrisetnya. Sedangkan faktor lainnya, BNI mencatat penurunan restrukturisasi kredit setelah beberapa nasabah korporasi serta usaha kecil dan menengah mulai membayar cicilan pinjaman. Penurunan ini juga dipengaruhi oleh pertumbuhan CASA dan tingkat pertumbuhan kredit yang masih rendah.

Sebab itu, Mirae Asset Sekuritas menetapkan rekomendasi trading buy saham BBNI dengan target harga Rp 6.790. Target tersebut mengimplikasikan PB tahun 2021 sekitar 1,1 kali.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN