Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, kemarin. IRilis data neraca perdagangan yang mengalami defisit pada Januari 2019 menjadi pemberat bagi pergerakan rupiah yang seterusnya turut menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan ini dan masih berisiko melemah pada pekan depan ini. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Suasana galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, kemarin. IRilis data neraca perdagangan yang mengalami defisit pada Januari 2019 menjadi pemberat bagi pergerakan rupiah yang seterusnya turut menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan ini dan masih berisiko melemah pada pekan depan ini. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Cermati BBNI, JPFA, MAIN, TLKM, dan PTRO

ELY, Rabu, 8 Mei 2019 | 10:00 WIB

Erdikha Elit Sekuritas memperkirakan indeks jarha saham gabungan (IHSG) pada hari ini mencoba menguat menguji level resistent jangka menengah 6.320 dan diperdagangkan pada range 6.210- 6.370.

Apabila level ini tertembus tidak menutup kemungkinan bagi indeks untuk melanjutkan penguatan jangka menengah namun apabila level ini gagal tertembus indeks berpotensi rebound jangka menengah.

Saham-saham yang dapat dicermati pada hari ini meliputi BBNI, BBNI, JPFA, MAIN, TLKM, PTRO.

Secara teknikal indeks kemarin ditutup rebound di zona hijau dengan membentuk pola candle morning doji star disertai dengan adanya volume. penguatan IHSG didorong dari sektor konsumsi menguat (0,13%). Aksi beli atas saham-saham konsumer dipicu oleh rilis angka pertumbuhan penjualan barang-barang ritel yang menggembirakan.

Berdasarkan Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dirilis Bank Indonesia (BI) pada hari ini, penjualan barang-barang ritel diketahui melesat hingga 10,1% secara tahunan pada bulan Maret, mengalahkan capaian periode yang sama tahun sebelumnya yakni pertumbuhan sebesar 2,5%.

Pertumbuhan penjualan ritel di bulan ramadhan bisa terus bertumbuh di level yang tinggi. Penyebabnya adanya distribusi Tunjangan Hari Raya (THR). investor asing kembali melakukan net buy sebesar Rp 536 milliar. Indikator stochactic bergerak naik.  

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN