Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
IHSG. Foto ilustrasi: IST

IHSG. Foto ilustrasi: IST

Cermati BISI, CPIN, JPFA, SMGR, GGRM, BFIN, IMJS, GMFI, ADRO, TBA, MEDC

ELY, Rabu, 26 Juni 2019 | 08:52 WIB

Reliance Sekuritas Indonesia memproyeksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak menguat terbatas pada perdagangan selanjutnya dengan support resistance 6.264-6.350. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya BISI, CPIN, JPFA, SMGR, GGRM, BFIN, IMJS, GMFI, ADRO, TBA, MEDC.

Pergerakan IHSG secara teknikal masih cenderung tertahan pada level moving average 5 hari setelah berhasil terkonsolidasi diatas moving avarage 50 hari. Indikator stochastic memberikan signal dead-cross dengan pelemahan yang mengantarkan momentum pada indikator RSI yang bergerak menjenuh.

Secara teknikal IHSG masih terus mencoba bertahan diatas 6300 sebagai dorongan menuju target bearish trend hingga kisaran 6.400. IHSG (+0.51%) menguat 31.98 poin ditengah pelemahan mayoritas indeks Asia kelevel 6320.44 dengan sector tambang (+5.12%) menguat fantastis.

Langkah Tiongkok meningkatkan cadangan batubara kualitas tinggi di Musim Panas untuk pembangkit listrik yang akan mengalami peningkatan konsumsi hingga puncaknya menjadi katalis utama.

Produksi batubara Indonesia memiliki peluang melebihi target tahun ini sebesar 489 juta ton setelah produsen batubara Indonesia berupaya terus meluaskan pangsa pasar di Asia Ternggara dan permintaan yang cukup stabil pada pemenuhan cadangan batubara Tiongkok.

Saham ADRO (+6.83%), PTBA (+6.25%) dan INDY (+25.47%) memimpin penguatan sektor pertambangan. Investor asing tercatat net buy sebesar Rp 426,64 miliar dengan rupiah yang bergerak menguat 0.16% kelevel Rp14.125 per dolar AS.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN