Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
IHSG. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

IHSG. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Cermati CPIN, PBID, BBTN, GGRM, HMSP, TBIG, BIRD, MNCN, RALS, AKRA

Kamis, 4 Juli 2019 | 08:11 WIB

Reliance Sekuritas Indonesia menyatakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang mengalami penurunan sepanajang perdagangan hari ini dengan kisaran 6.294-6.365. Terbukanya peluang penurunan didukung hasil analisa teknikal bahwa indeks kemarin tidak mampu break out resistance bearish trend line dan upper bollinger bands.

IHSG break out support Moving Average 5 hari dengan indikasi cenderung negatif mengiringi pola dead-cross. Indikator stochastic dan RSI juga mengindikasikan IHSG masih bearish reversal.

Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi focus perhatian investor pada data tingkat pengangguran di Amerika Serikat (AS), stok persediaan minyak AS, dan penjualan ritel di Eropa. Berbagai kondisi tersebut berpotensi membuat IHSG mengalami tekanan aksi jual dengan support resistance 6.294-6.365. Beberapa saham yang layak untuk dicermati adalah CPIN, PBID, BBTN, GGRM, HMSP, TBIG, BIRD, MNCN, RALS, AKRA. Kemarin, IHSG turun 22,27% (-0,35%) menjadi 6.362,62 dengan tekanan bearish yang dirasakan sejak awal sesi perdagangan. Fase pergerakan ekuitas dalam negeri mulai mengikuti pola pergerakan pasar global. Sedangkan sentiment positif terkati penguatan sektor consumer (+0,23%) tidak mampu menahan tekanan jual, khususnya saham sektor pertambangan (-3,49%) dan pertanian (-1,11%) yang melemah akibat pelemahan harga tambang logam dan minyak kelapa sawit.

Adapun, mayoritas indeks saham Asia melemah. Indeks Nikkei (-0.53%), TOPIX (-0.65%), Hangseng (-0.07%) dan Shanghai (-1.11%) ditutup turun lebih dari setengah persen. Investor menimbang serangkaian data ekonomi yang buruk dan prospek penunjukan yang lebih dovish ke dua bank sentral terbesar di dunia. Yen menguat setelah Bank of Japan melakukan sedikit penyesuaian terhadap program pembelian obligasi menjadi faktor utama pelemahan ekuitas di Jepang.

Bursa Eropa melawan arus pelemahan bursa saham Asia dengan mayoritas menguat. Indeks Eurostoxx (+0.71%), FTSE (+0.55%) dan DAX (+0.75%) naik lebih dari setengah persen. Data indeks kinerja sektor jasa di Eropa naik dan mayoritas negara ekonomi terbesar di Eropa pun mengikuti.

Dalam 24 jam terakhir, Christine Lagarde dinominasikan untuk mengambil kepemimpinan ECB akhir tahun ini memberikan euphoria tersendiri bagi ekuitas. Indeks Eurostoxx mencapai tertinggi dalam 11 bulan pada kenaikan kelima berturut-turut dan FTSE tertinggi dalam sekitar 10 bulan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN