Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang investor melintas di depan papan pergerakan indeks di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID

Seorang investor melintas di depan papan pergerakan indeks di Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID

Cermati INKP, JPFA, MAIN, UNVR, TLKM, LPPF, RALS

Ely Rahmawati, Jumat, 29 November 2019 | 07:43 WIB

JAKARTA, investor.id - Reliance Sekuritas Indonesia memperkirakan  pada akhir pekan IHSG masih akan tertekan dengan support resistance 5.892-6.000.

Saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal diantaranya; INKP, JPFA, MAIN, UNVR, TLKM, LPPF, RALS.

Pergerakan IHSG kian memberikan signal bearish setelah break out level support psikologis 6.000 dengan momentum indikator RSI yang telah cukup rendah. Arah pergerakan psimistis selanjutnya berada pada Fibonacci Retracement 127.2% di kisaran 5890-an. Wave yang terbentuk dalam pergerakan wave 3 psimistis dengan arah pergerakan Fibonacci Retracement 161.8% dikisaran 5770 apabila break out di level 5890an.

IHSG (-1.16%) ditutup melemah 69.98 poin ke level 5953.06 dengan sahamsaham sektor infrastruktur (-2.30%) dan Pertambangan (-2.18%) turun signifikan.

Saham GIAA (-7.41%) dan ISAT (-5.28%) memimpin pelemahan sektor infrastruktur.

Meskipun GIAA telah memperkenalkan armada baru yakni Airbuss A330-900NEO dalam program revitalisasi armada.

Selain katalis global dan regional Investor masih terfokus pada aksi panic investor yang redemptions reksadana akibat efek domino dari gagal bayar dari beberapa institusi aset management yang nilainya cukup fantastis.

Peluang arus deras pencari likuiditas pun mengancam melihat reksadana yang terkena kasus tersebut memiliki aset saham yang cukup besar. Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 155.38 miliar.

Saham BBRI, TLKM, BMRI. ACES dan SCMA menjadi yang terbanyak secara value dijual investor asing.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA