Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
IHSG di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Beritasatu.com

IHSG di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Beritasatu.com

Cermati INKP, TKIM, WSBP, WTON, BBNI, BBTN, BNGA, PGAS, ASII, ADRO, HRUM, MEDC, WSKT, PTPP, ADHI, AKRA

Kamis, 11 Juli 2019 | 05:13 WIB

JAKARTA, investor.id- Reliance Sekuritas Indonesia memperkirakan secara teknikal indeks harga saham gabungann (IHSG) berpeluang kembali melanjutkan pergerakan optimisnya dengan mencoba mencapai dan break out FR161.8% dari retracement trend bearish jangka pendek terakhir sebagai konfirmasi lanjutkan penguatan menguji 6.500.

Support resistance IHSG akan berada pada 6.350-6.450. Saham-saham yang dapat dicermati yakni; INKP, TKIM, WSBP, WTON, BBNI, BBTN, BNGA, PGAS, ASII, ADRO, HRUM, MEDC, WSKT, PTPP, ADHI, AKRA.

Pergerakan optimis secara teknikal pada IHSG cenderung kuat pasca break out level resistance bearish trend dan upper bollinger bands. IHSG mampu kembali diatas psikologis 6400 yang terakhir dirasakan pada bulan April.

Optimisme ini akan membawa pada pergerakan yang lebih optimis. Indikator Stochastic dan RSI berkonsolidasi dan bergerak berbalik pada pergerakan bullish. Trend saat ini berganti dari bearish trend jangka panjang menjadi bullish trend jangka menengah yang diawali pada awal bulan Juni.

IHSG (+0.35%) menguat 22.36 poin kelevel 6410.68 seiring aksi beli investor asing yang kembali cukup besar pada level net buy 357.55 miliar dengan pergerakan nilai tukar rupiah yang stabil dikisaran Rp 14.132 per dolar AS. Sektor Aneka Industri (+2.16%) dan Property (+1.09%) menjadi pemimpin penguatan.

Saham-saham baru yang listing pada kedua sektor tersebut menjadi penopang penguatan ARKA (+50%) pada saham aneka Industri dan saham POSA (+25%), KOTA (+25%) dan PAMG (+25%) pada sektor property. Selain hal tersebut sentimen dari kebijakan pemerintah yang pro terhadap sektor property dan keuangan dengan cara memangkas plafon pajak barang mewah hingga pemangkasan GWM memberikan harapan pertumbuhan dari sektor perkreditan.

Mayoritas indeks saham Asia bergerak bervariasi. Indeks Nikkei (-0.15%) dan TOPIX (-0.23%) memimpin pelemahan sedangkan Indeks HangSeng (+0.31%) memimpin penguatan. Inflasi tingkok melambat secara bulanan pada bulan Juni 2019 kelevel deflasi 0.1% dengan Indeks harga produksi yang turun dari 0.3% menjadi 0.0% secara tahunan. Sehingga aktifitas export di Tiongkok diperkirakan mengikuti dengan penurunan.

Permintaan global yang turun dan kenaikan tarif AS menjadi pemberat. Investor menunggu petunjuk pada kebijakan moneter dari ketua federal reserve pada pertemuan dengan kongres nanti malam dan senat hari kamis.

Indeks Eropa kompak dibuka dengan penuruanan. Indeks Eurostoxx (-0.17%), FTSE (-0.13%) dan DAX (-0.33%) turun sejak awal sesi perdagangan meskipun data output indistri di Prancis dan Itali naik signifikan. Data Output industry Prancis naik 2.1% dan Itali 0.9% pada bulan Mei 2019. Investor memang sedang menanti tanda-tanda kebijakan moneter lanjutan dari the Fed mengingat penurunan ekspektasi pengkasan suku bunga yang dinyatakan Jerom Powell sejak akhir bulan lalu.

Harga minyak mentah bergerak naik tertinggi dalam sepekan karena laporan industri menunjukkan penurunan berkelanjutan pada persediaan minyak mentah AS serta memperketat prospek pasokan yang terancam oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA