Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, kemarin. IRilis data neraca perdagangan yang mengalami defisit pada Januari 2019 menjadi pemberat bagi pergerakan rupiah yang seterusnya turut menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan ini dan masih berisiko melemah pada pekan depan ini. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Suasana galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta, kemarin. IRilis data neraca perdagangan yang mengalami defisit pada Januari 2019 menjadi pemberat bagi pergerakan rupiah yang seterusnya turut menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan ini dan masih berisiko melemah pada pekan depan ini. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Cermti SIMP, SMGR, IMAS, PTBA, LPCK, PWON, ERAA, ACES

Senin, 22 April 2019 | 10:17 WIB

Reliance Sekuritas Indonesia memrediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini masih akan bergerak cenderung mencoba bertahan diatas level 6.500 sebagai konfirmasi break out resistance bearish trend line. Rentang pergerakan IHSG pada awal pekan depan pada level 6.447-6.525. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya SIMP, SMGR, IMAS, PTBA, LPCK, PWON, ERAA, ACES.

Pergerakan IHSG secara teknikal cenderung membentuk pola bearish counter attack dengan indikasi kembali mengalami konsolidasi cenderung tertekan diarea level psikologis 6.500.

Indikator Bollinger bands memberikan signal false break upper bands dengan potensi tekanan lebih lanjut sedangkan Indikator Stochastic berfluktuasi pada area middle oscillator dengan bullish momentum indikator RSI.

Menjelang akhir pekan yang cukup panjang dibeberapa bursa Global membuat investor berhati-hati meksipun data ekonomi yang rilis cukup solid dan beberapa signal optimisme dari pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok.

Indeks ekuitas di Asia beriringan turun Indeks Nikkei (-0.84%), TOPIX (-0.96%), KOSPI (-1.43%), HangSeng (-0.54%) dan Shanghai (-0.37%) ditutup pada zona negatif.

Sempat menguat hampir 2%, IHSG (+0.39%) ditutup terhempas aksi jual dan hanya mampu ditutup menguat 25.68 poin kelev 6.507,22 bertahan di level psikologis.

Sentimen panik beli disaat euphoria kemenangan quick count calon presiden pertahana menjadi faktor diawal sesi perdagangan. Saham-saham yang identik dengan proyek-proyek infrastruktur dan pembiayaan pemerintah menjadi primadona diawal sesi perdagangan meskipun tak selang setengah jam Investor melakukan penjualan di harga terbaik.

Investor asing tercatat net buy cukup besar dilevel Rp 1,43 triliun seiring penguatan rupiah yang naik 0.28% kelevel Rp14.045 per USD pasca ETF saham-saham indonesia naik signifikan hampir 2% di AS semalam. Bursa Eropa dibuka mengikuti bursa Asia dengan melemah menjelang libur akhir pekan.

Indeks Eurostoxx (-0.16%), FTSE (-0.30%) dan DAX (-0.19%). Ekuitas perbankkan dan pertambangan memimpin pelemahan di kawasan eropa. Data Indeks Kinerja Manufaktur PMI di kawasn Eropa mengalami penguatan dibawah ekspektasi menambah tekanan pelemahan mayoritas ekuitas beresiko tinggi sehingga Obligasi Eropa naik dan euro melemah.

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN