Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indeks harga saham gabungan (IHSG). Foto ilustrasi: IST

Indeks harga saham gabungan (IHSG). Foto ilustrasi: IST

IHSG akan Lanjutkan Penguatan dengan Support Resistance 6.350-6.425

Ely Rahmawati, Kamis, 12 September 2019 | 06:42 WIB

JAKARTA, investor.id - Reliance Sekuritas Indonesia memperkirakan, indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini bergerak melanjutkan penguatan dengan support resistance 6350-6425. Saham-saham yang masih cukup menarik secara teknikal diantaranya; LSIP, WSBP, WTON, CPIN, JPFA, HMSP, IMAS, WSKT, PTPP, LPCK, ADHI, WIKA, CTRA, RALS.

Pergerakan IHSG secara teknikal break out resistance dengan memberikan signal konfirmasi menguji kembali level 6500. Indikator Stochastic bergerak positif dengan RSI yang cenderung optimis pada momentum bullish.

IHSG (+0.72%) ditutup menguat 45.28 poin kelevel 6381.95 dengan saham sektor aneka Industri (+3.09%) dan Property (+1.57%) memimpin penguatan. Saham ASII (+3.75%) naik cukup signifikan setelah sempat terpuruk jauh dibawah level 7000 dimana data penjualan mobil yang melambat menjadi trigger negative sebelumnya.

Secara fundamental kinerja keuangan ASII masih cenderung positif diekspektasi 2019 masih mengalami pertumbuhan bottom line 2,8% dan harga saham ASII pada saat ini mencerminkan PER 13.29x dibawah rata-rata 5 tahun terakhir.

Bursa saham Asia ditutup menguat dengan indeks Nikkei (+0.96%), TOPIX (+1.65%) dan HangSeng (+1.78%) naik signifikan cenderung optimis. Banyak indikasi bermunculan bahwa china akan bergerak untuk mengurangi dampak perang perdagangan. Tiongkok merilis daftar baru yang disetujui untuk pembebasan tarif.

Pergerakan China untuk mengurangi dampak perang perdagangan memberikan harapan terjadinya stimulus moneter agresif dari bank sentral Eropa dan The Fed.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA