Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang investor melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Seorang investor melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

IHSG Berpeluang Konsolidasi Melemah

Minggu, 22 November 2020 | 09:54 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Meningkatnya kasus Covid 19 di beberapa negara dunia disertai mulai turunnya optimisme vaksin covid 19 membuat pasar saham diperkirakan akan konsolidasi melemah pada perdagangan pekan depan.

Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia akan berada dalam rentang support di level 5,541 - 5,462 dan resistance pada level 5,628 - 5,657.

Beberapa sentimen yang mungkin mempengaruhi pergerakan IHSG pada pekan ke 4 November 2020 adalah:

1. Minggu lalu pasar sangat positif didorong oleh sentimen vaksin. Uji eksperimental vaksin yang dikembangkan Pfizer dan BioNTech menunjukkan efektif 95% untuk mencegah virus.

Moderna juga merilis data awal bahwa vaksinnya menunjukan efektivitas 94,5 %, serta Rusia yang mengklaim vaksin eksperimental dari hasil uji coba tahap akhir dengan jumlah pegetesan besar efektif lebih dari 90%. Vaksin menimbulkan harapan ekonomi dunia akan segera pulih di semester dua 2021.

2. Vaksin Covid 19 dari Moderna memberikan harapan yang lebih besar karena dapat tetap stabil pada suhu 36 hingga 46 derajat Fahrenheit. Suhu ini merupakan suhu standar lemari es rumah atau medis dan dapat disimpan hingga 30 hari.

Sebelumnya Vaksin Pfizer membutuhkan suhu penyimpanan minus 94 derajat Fahrenheit, sehingga akan mempersulit pendistribusian vaksin. Harapkan vaksin yang efektif dan mudah distribusikan membawa harapan pandemi covid 19 akan berlalu.

3. Kedua vaksin tersebut sedang dalam pengajuan kepada FDA agar bisa diotorisasi untuk penggunaan "darurat". Akhir tahun ini Pfizer memperkirakan ada 50 juta dosis vaksin sedangkan Moderna ada 60 juta dosis vaksin tersedia. Vaksin baru tersedia untuk keperluaan darurat dan masih menunggu pengesahan untuk pemakaian umum dan masal.

4. Di sisi lain, investor dihadapkan realita lonjakan kasus Covid 19 di beberapa Negara. Bill de Blasio, Walikota New York City memerintahkan sekolah menghentikan pembelajaran tatap muka. Hal yang hampir sama terjadi di beberapa Negara Eropa sehingga meningkatkan kekhawatiran akan langkah penguncian lebih luas.

Analis Hans Kwee. Foto: bloombergindonesia.tv
Analis Hans Kwee.

5. Pasar keuangan juga memperhatikan masalah antara The Fed dan Departemen Keuangan terkait program kredit bantuan pandemi. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan program kredit bantuan Covid-19 sebesar US$ 455 miliar, yang dialokasikan musim semi lalu, harus dikembalikan ke Kongres untuk dialokasikan kembali sebagai hibah untuk perusahaan kecil. Hal ini mengecewakan pelaku pasar keuangan.

6. Dari dalam negeri, Bank Indonesia menurunkan BI7 DRRR menjadi 3.75% dari sebelumnya 4% untuk mendorong pertumbuhan kredit agar dapat menggerakan perekonomian.

BI memperkirakan, ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2020 dapat bertumbuh pada kisaran -1% sampai 0,4% . Sedangkan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 akan berada di level -1,7% hingga 0,6% . Pertumbuhan ekonomi akan membaik pada 2021 menjadi 4.5 % sampai 5.5 %. Tetapi hal ini sangat terpengaruh oleh vaksin covid 19.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN