Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung melihat pergerakan saham di layar elektronik Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (18/5/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung melihat pergerakan saham di layar elektronik Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (18/5/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

IHSG Cenderung Konsolidasi Melemah Awal Pekan Ini

Luhut Situmorang, Selasa, 26 Mei 2020 | 05:37 WIB

JAKARTA, investor.id - Anugerah Mega Investama memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) cenderung konsolidasi melemah pada awal pekan ini. Indeks baru memiliki potensi rebound pada akhir pekan.

Adapun level suppot IHSG di level 4.460 sampai 4.317, sedangkan resistance di level 4.609 sampai 4.726. Hal itu melihat sebagian besar sentimen pasar yang ada relative negatif di tengah terkoreksinya pasar saham dunia saat pasar saham Indonesia libur Lebaran.

Selain itu, IHSG juga akan dipengaruhi oleh sentimen rancangan undang-undang (RUU) Keamanan Nasional yang baru di Tiongkok, yang membuat Beijing punya kontrol yang lebih besar terhadap Hong Kong. RUU ini ditentang Amerika Serikat dan berpotensi kembali menimbulkan perang dingin antara kedua Negara yang merupakan ekonomi terbesar dunia saat ini.

Di sisi lain, tuduhan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan Tiongkok tidak mampu mengatasi pandemic Covid-19 karena menyebar ke seluruh dunia juga berpotensi menaikkan tensi kedua negera.

Ditambah, RUU yang disetujui Senat AS terkait peningkatan pengawasan terhadap perusahaan Tiongkok.

Ini juga menambah sentiment negatif di pasar keuangan dan kemunduran dalam perkembangan pasar modal dunia, kususnya Amerika Serikat.

Sementara itu, pelongaran bertahap lockdown oleh sebagian negara bagian Amerika dan negara-negara di dunia dapat menjadi sentimen positif. Tetapi, kekawatiran gelombang kedua wabah Covid-19 menjadi perhatian pasar.

Sejauh ini belum ditemukan tanda-tanda gelombang kedua Covid-19.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN