Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pialang memantau pergerakan saham di Mandiri Sekuritas. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Pialang memantau pergerakan saham di Mandiri Sekuritas. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

IHSG Diprediksi akan Kembali Menguat

Selasa, 10 September 2019 | 06:22 WIB

JAKARTA, investor.id - Reliance Sekuritas Indonesia memproyeksikan, indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini akan bergerak kembali mencoba menguat dan menguji resistance dengan support resistance 6.300-6.350. Saham-saham yang masih menarik secara teknikal diantaranya; WTON, JPFA, MAIN, CPIN, HMSP, ANTM, WSKT, ADHI, MIKA, MAPI.

IHSG bergerak tertahan secara teknikal diarea moving average 50 hari potensi menguji resistance terdekat di kisaran 6350 cukup terbuka setelah indikator Stochastic bergerak positif setelah terkonsolidasi pada area middle oscillator dan RSI yang terlihat masih akan melanjutkan momentum positifnya. IHSG (+0.27%) naik sebesar 17.26 poin kelevel 6326.21 dengan saham-saham sektor pertambangan (+1.65%) dan Infrastruktur (+1.16%) menjadi pemimpin penguatan.

Emiten pertambangan menguat signifikan diawal pekan mengiringi optimisme aktifitas export yang lebih baik dari dalam negeri. Tiongkok melaporkan adanya kenaikan import minyak mentah sebesar 9.6% YoY dan Import Batubara naik 8.1% YoY dari Januari hingga Agustus 2019. Selain itu kajian pemerintah untuk meluaskan larangan export beberapa hasil tambang juga menjadi katalis.

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar 84.06 Miliar rupiah meskipun pergerakan Rupiah (+0.47%) menguat optimis hampir setengah persen diawal pekan ini.

Saham UNTR (+8%) yang naik signifikan menjadi kontribusi terbesar kenaikan IHSG setelah bergerak cukup rendah sejak mengalami tren negative hampir lebih dari 2 bulan terakhir.

Secara fundamental UNTR memiliki PER yang cenderung rendah dimana saat ini berada dikisaran 7.75x berbanding rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 10.21x. Secara konsensus target harga UNTR masih berada dikisaran Rp30,275 perlembar saham.

Di awal pekan mayoritas bursa saham Asia ditutup menguat. Indeks Nikkie (+0.56%), TOPIX (+0.91%) dan Shanghai (+0.62%) menguat cukup optimis sedangkan HangSeng (-0.04%) terkonsolidasi dengan bergerak tipis. Investor terus menimbang serangkaian stimulus baru yang diharapkan oleh bank sentral dunia.

Pada hari Jumat, People’s Bank of China mengatakan akan memangkas jumlah uang tunai yang harus dimiliki bank sebagai cadangan ke level terendah sejak 2007, menyuntikkan likuiditas ke dalam ekonomi karena perang perdagangan dengan AS membebani pertumbuhan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA