Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Papan IHSG di Bursa Efek Indonesia. Foto Ilustrasi: Investor Daily/IST

Papan IHSG di Bursa Efek Indonesia. Foto Ilustrasi: Investor Daily/IST

Saham Cukup Menarik Secara Teknikal: BMRI, BNGA, TOWR, ADRO, MEDC, dan UNTR

Parluhutan Situmorang, Selasa, 8 Oktober 2019 | 07:10 WIB

JAKARTA, investor.id - Reliance Sekuritas memperkirakan secara teknikal, IHSG akan kembali rebound menguji resistance MA5 dan resistance FR38,2% dengan rentang pergerakan 6000-6088. Saham-saham yang cukup menarik secara teknikal diantaranya; BMRI, BNGA, TOWR, ADRO, MEDC, UNTR.

IHSG kemarin melemah dan berhasil tertahan pada level support lower bollinger bands dan psikologis 6000. Indikator stochastic golden-cross pada level oscillator oversold dan RSI yang telah bergerak pada area yang cukup murah.

IHSG kemarin (-1.00%) ditutup melemah 60.67 poin tepat kelevel 6000 dengan saham-saham industri dasar (-2.51%) dan Konsumer (-1.47%) menjadi kontributor pelemahan IHSG hingga kelevel support psikologis.

Data cadangan devisa bulan September 2019 turun kelevel terendah sejak bulan Juni 2019 akibat naiknya kebutuhan dalam pembayaran hutang pemerintah dan penurunan FX. Kekhawatiran investor terhadap nilai tukar rupiah akibat tensi perdagangan AS dan China yang berkepanjangan setelah turunnya cadangan devisa Indonesia. Investor asing tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp 144.84 miliar dengan saham BBCA yang mengalami aksi beli investor asing sebesar Rp 172.3 miliar.

Bursa saham Asia ditutup melemah tipis tanpa bursa saham hongkong dan shanghai karena ditutup libur. Indeks Nikkei (-0.16%) dan TOPIX (-0.01%) tertahan setelah future indeks AS turun. Tiongkok berkemungkinan semakin enggan untuk menyetujui kesepakatan perdagangan yang lebih luas dengan administrasi trump menimbulkan kekhawatiran akan tensi perdagangan yang memanjang menggangu pertumbuhan ekonomi global.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA