Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Ketua Dewan Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Richard Clarida. ( Foto: BLOOMBERG )

Wakil Ketua Dewan Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Richard Clarida. ( Foto: BLOOMBERG )

Ekonomi AS Hampir Siap untuk Penarikan Stimulus

Kamis, 14 Oktober 2021 | 05:48 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id – Ekonomi Amerika Serikat (AS) hampir siap untuk penarikan stimulus oleh bank sentral. The Federal Reserve (The Fed) juga menyatakan bahwa laju inflasi tinggi segera melambat. The Fed bulan lalu mengisyaratkan akan segera siap untuk memulai proses mengakhiri pembelian obligasi dan sekuritas lain bulanannya yang masif, yang dimaksudkan untuk membantu negara mengatasi dampak penurunan akibat Covid-19.

Dalam pidatonya di Institut Keuangan Internasional (IIF), Wakil Gubernur The Fed Richard Clarida mengatakan ekonomi terbesar dunia hampir menyelesaikan uji coba kemajuan lanjutan yang substansial. Ini telah ditetapkan oleh bank sentral untuk menentukan kapan harus mundur dari kebijakan stimulusnya.

"Saya sendiri percaya bahwa standar kemajuan lanjutan yang substansial telah lebih dari terpenuhi, sehubungan dengan mandat stabilitas harga kami dan semuanya telah dipenuhi, sehubungan dengan mandat ketenagakerjaan kami," kata Clarida, Selasa (12/10) waktu setempat, yang dikutip AFP.

Dia mencatat bahwa anggota komite penetapan kebijakan bank bulan lalu secara keseluruhan menyuarakan hal yang sama. Kecuali situasi ekonomi berubah secara dramatis, penurunan bertahap pembelian aset kami yang berakhir sekitar pertengahan tahun depan mungkin akan segera terwujud.

The Fed saat ini membeli US$ 80 miliar obligasi pemerintah Treasury dan US$ 40 miliar pinjaman sekuritas berbasis hipotek (MBS) setiap bulan, yang mereka mulai tahun lalu karena pandemi Covid-19 menyebabkan kecenderungan penurunan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Namun pembelian tersebut telah dikritik karena membantu memicu inflasi yang meningkat sepanjang 2021, ketika pemulihan ekonomi global dan rantai pasokan menghadapi kenaikan kembali permintaan.

Clarida mengatakan, laju tahunan 2,9% inflasi AS seperti yang dilaporkan oleh Departemen Perdagangan sejak Februari 2020 jauh di atas apa yang dianggap sebagai kenaikan moderat dari sasaran bank sebesar 2%.

"Membuka kembali ekonomi senilai US$ 20 triliun tahun ini membutuhkan waktu lebih lama dan biaya lebih besar daripada untuk melakukan penutupan tahun lalu," katanya.

Tetapi Clarida menambahkan dirinya yakin inflasi akan kembali ke level yang disasar The Fed. "Lonjakan inflasi yang tidak diinginkan tahun ini, setelah penyesuaian harga relatif ini selesai dan kemacetan (rantai pasokan) telah terbuka, pada akhirnya akan terbukti sebagian besar (lonjakan) bersifat sementara," lanjutnya.

Namun Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic memperingatkan bahwa inflasi yang lebih tinggi dapat bertahan lebih lama.

"Saya pikir inflasi kemungkinan masih akan tetap di atas 2%. Seberapa jauh ke depan, tidak bisa saya katakan. Tapi risiko kenaikan sangat menonjol," katanya kepada Peterson Institute of International Economics.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN