Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo The Fed pada  Gedung Dewan Federal Reserve di Washington, DC., Amerika Serikat (AS). (Foto: AFP)

Logo The Fed pada Gedung Dewan Federal Reserve di Washington, DC., Amerika Serikat (AS). (Foto: AFP)

Fed: Bank-Bank Besar AS Bisa Atasi Penurunan Ekonomi yang Parah

Jumat, 24 Juni 2022 | 07:21 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

WASHINGTON, investor.id – Bank-bank terbesar yang beroperasi di pasar Amerika Serikat (AS) dinilai memiliki sumber daya yang cukup untuk menahan dan mengatasi penurunan ekonomi yang parah. Federal Reserve (Fed) mengatakan bahwa bank-bank tersebut bisa terus memberikan pembiayaan kepada keluarga dan perusahaan Amerika.

The Fed menyebutkan latihan “stress test” tahunan 33 bank AS, untuk mengukur apakah mereka akan mampu menghadapi resesi global yang curam.

Pada krisis hipotetis, pasar keuangan anjlok, real estat komersial maupun pasar utang perusahaan menghadapi tekanan besar, pengangguran AS mencapai 10%, sedangkan ekonomi berkontraksi 3,5%.

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik, Kemenkes Minta Masyarakat Waspada dan Disiplin Protokol Kesehatan

“(Hasil) menunjukkan bahwa bank terus memiliki tingkat modal yang kuat, memungkinkan mereka untuk terus memberikan pinjaman kepada rumah tangga dan bisnis selama resesi yang parah,’ kata The Fed, Jumat (24/6).

Skenario untuk pengujian tahun ini bahkan lebih suram daripada yang digunakan tahun lalu, tetapi hasilnya sama. Semuanya menunjukkan bahwa semua bank akan mempertahankan secamam bantalan yang cukup meskipun total kerugian yang diproyeksikan sebesar US$ 612 miliar, menurut laporan itu.

“Meskipun penurunan pasca stres yang lebih besar tahun ini ... rasio modal tetap jauh di atas tingkat minimum yang diperlukan sepanjang proyeksi cakrawala (dari sembilan kuartal),” kata laporan itu.

Stress test, yang diterapkan setelah krisis keuangan global 2008, berlaku untuk bank dengan aset total setidaknya US$ 100 miliar, termasuk bank tingkat atas yang ditetapkan sebagai bank penting secara global.

Bank-bank kecil hanya menjalani stress test setiap dua tahun sekali, sehingga hasilnya tidak berbanding lurus dengan hasil 2021 yang menguji 23 institusi.

Di antara bank-bank yang diperiksa dalam kedua tahun tersebut, ada tambahan kerugian US$ 50 miliar di bawah skenario yang lebih ketat, kata seorang pejabat Fed kepada wartawan. Namun, pejabat tersebut menekankan bahwa kasus mengerikan yang diterapkan hanya hipotetis dan bukan perkiraan.

Baca juga: Suku Bunga Acuan Kembali Ditahan, Ini Penjelasan BI

Dengan hasil di tangan, bank dapat mengumumkan rencana pembayaran dividen dan pembelian kembali (buyback) saham mulai Senin pada 2030 GMT, kata pejabat itu.

The Fed memerintahkan pembatasan distribusi semacam itu pada Juni 2020 karena pandemi virus corona menyebabkan penurunan ekonomi yang tajam, tetapi melonggarkan pembatasan pada Desember 2020 sebelum menghapusnya setelah tes tahun lalu.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN