Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek New York (NYSE). (FOTO: AFP)

Bursa Efek New York (NYSE). (FOTO: AFP)

Saham AS Naik di Tengah Risiko Resesi

Jumat, 24 Juni 2022 | 07:33 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

NEW YORK, investor.id – Saham Wall Street ditutup lebih tinggi setelah sesi bergejolak lainnya pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), ketika investor menilai bagaimana meningkatnya risiko resesi mempengaruhi prospek harga minyak dan kebijakan moneter.

Ekuitas mengatasi penurunan di tengah hari karena Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell, dalam kesaksian hari kedua di Capitol Hill, meremehkan gagasan bahwa bantuan pandemi pemerintah adalah faktor kunci yang memicu inflasi Amerika Serikat (AS) saat ia terus berjanji untuk menanggapi inflasi dengan keras.

Tetapi Karl Haeling dari LBBW mengatakan bahwa pasar telah secara signifikan mengubah ekspektasi kenaikan suku bunga selama seminggu terakhir, karena obrolan tentang resesi telah berkembang. Investor sekarang mengantisipasi bahwa AS pada dasarnya akan selesai dengan kenaikan suku bunga pada 2022 daripada pada 2023.

“Itu meninggalkan keputusan besar untuk ekuitas. Apakah Anda menjual karena ekonomi akan mengalami resesi, atau apakah Anda reli karena cakupan kenaikan suku bunga akan lebih kecil dan lebih cepat dari yang Anda kira?” ujar Haeling, Jumat (24/6).

Dow Jones Industrial Average berakhir naik 0,6% pada level 30.677,36.

S&P 500 berbasis luas naik 1,0% menjadi berakhir pada 3.795,73, sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi naik 1,6% menjadi 11.232,19.

Saham berada di wilayah positif untuk pekan ini dalam pergeseran dari tren suram 2022 yang telah membuat ekuitas merosot, karena inflasi dan pengetatan kebijakan moneter mendominasi diskusi.

Di antara perusahaan individu, saham homebuilder KB Home melonjak 8,6% karena melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan bahkan ketika memperingatkan hambatan dari tingkat hipotek yang lebih tinggi.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN