Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chairman The Fed, Jerome Powell (kanan). Foto: federalreserve.gov

Chairman The Fed, Jerome Powell (kanan). Foto: federalreserve.gov

4 Mantan Gubernur Bela Independensi The Fed

Happy Amanda Amalia, Rabu, 7 Agustus 2019 | 09:31 WIB

WASHINGTON, investor.id – Empat mantan gubernur The Federal Reserve (The Fed) Paul Volcker, Alan Greenspan, Ben Bernanke dan Janet Yellen mempublikasikan sebuah esai yang dimuat di The Wall Streey Journal pada Senin (5/8) waktu setempat. Esai tersebut berisikan pernyataan mendukung independensi bank sentral Amerika Serikat (AS), yang baru-baru ini kerap menjadi sasaran kritik dari Presiden Donald Trump.

Dalam tulisan esai, keempatnya membela kebijakan The Fed dan gubernurnya saat ini Jerome Powell dari kritikan Trump yang disampaikan di hadapan publik.

“Kami bersatu dalam keyakinan bahwa The Fed dan ketuanya harus diizinkan untuk bertindak secara independen dan demi kepentingan ekonomi terbaik, bebas dari tekanan politik jangka pendek dan, khususnya, tanpa ancaman pemecatan atau penurunan jabatan terhadap para pemimpin The Fed karena alasan politik,” demikian tulisan empat mantan gubernur The Fed itu.

Namun dalam esai tidak pernah disebutkan langsung nama presiden, terlepas sejarah panjang antagonisnya terhadap Powell dan bank sentral.

Pada Desember tahun lalu, dia mengkritik The Fed karena menaikkan tingkat suku bunga meskipun ada tanda-tanda melemahnya ekonomi global.

Dia juga telah berulang kali mencaci The Fed karena gagal memberi suntikan tambahan kepada perekonomian Amerika. Bahkan menyatakan, jika bank sentral mengikuti anjurannya maka pertumbuhan ekonomi akan naik ekonomi Amerika secara substansial dari tingkat 2% saat ini, dan pasar saham akan naik 10.000 poin.

Walaupun banyak ekonom yang meragukan klaim Trump, tetapi banyak pula yang setuju dengan pendapat presiden bahwa kebijakan tahun lalu untuk menaikkan tingkat suku bunga adalah langkah yang salah.

Sejak itu para pejabat The Fed mundur, dan bank sentral menurunkan tingkat suku bunga pada Rabu (31/7) untuk pertama kali sejak peristiwa Resesi Besar lebih dari satu dekade silam.

Namun langkah penurunan tingkat suku bunga tersebut masih belum memuaskan Trump, yang kembali mencuit via Twitter dengan mengatakan kebijakan itu gagal dari siklus pemangkasan tingkat suku bunga agresif yang diinginkan.

“Seperti biasa, Powell mengecewakan kita,” demikian cuitannya usai keputusan penurunan tingkat suku bunga.

Di samping itu, dalam esainya para mantan gubernur The Fed mengakui bahwa pihaknya dan lembaga finansial telah melakukan kesalahan. Namun mereka percaya keputusan itu lebih baik menjadi produk non-partisian, penilaian non-politis berdasarkan analisis kepentingan ekonomi jangka panjang warga AS.

“Status non-partisan The Fed bukan berarti mereka tidak bertanggung jawab,” demikian tulis mereka. (afp/pya)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN