Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat berkampanye

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat berkampanye "Keep America Great" di BB&T Center in Sunrise, Florida pada 26 November 2019. ( Foto: AFP / MANDEL NGAN )

AS Kenakan Lagi Tarif atas Baja dan Aluminum Brasil dan Argentina

Iwan Subarkah Nurdiawan, Selasa, 3 Desember 2019 | 12:44 WIB

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (2/12) menyebut kebijakan-kebijakan ekonomi Brasil dan Argentina tidak adil. Alhasil, AS mengenakan lagi tarif atas impor baja dan aluminum dari dua negara Amerika Latin tersebut.

“Brasil dan Argentina sudah mendevaluasi besar-besaran mata uangnya sehingga merugikan para petani AS. Jadi, saya memberlakukan lagi tarif atas baja dan aluminum yang dikapalkan ke AS dari kedua negara tersebut,” kata Trump via Twitter.

Trump tahun lalu mengumumkan tarif 25% atas baja dan 10% atas aluminum dari seluruh dunia. Tapi kemudian ada pengecualian untuk beberapa negara. Termasuk untuk Argentina dan Brasil, karena menyetujui adanya kuota impor.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro, yang mengaku seideologi dengan Trump, mengatakan akan menghubungi langsung Gedung Putih guna memecahkan masalah ini.

“Saya akan berbicara dengan (Menteri Perekonomian) Paulo Guedes. Jika perlu saya akan menelepon Trump,” kata Bolsonaro, kepada para wartawan di Brasilia.

Trump dalam cuitannya itu juga meminta The Federal Reservet (The Fed) untuk ikut bergerak, supaya negara-negara lain tidak lagi memanfaatkan keadaan dari kuatnya nilai tukar dolar AS, dengan terus mendevaluasi mata uang masing-masing.

Sikap agresif Trump dari sisi perdagangan dan tekanan perlambatan ekonomi global membuat The Fed tiga kali memangkas suku bunga acuan di tahun ini. Terakhir, The Fed menyatakan akan jeda dulu dari kebijakan penaikan suku bunga acuan.

Trump juga mengatakan, pemerintah AS sudah berhasil menarik banyak uang dari pengenaan tarif-tarif tersebut. Tapi sebaliknya, pengenaan tarif impor dikeluhkan sektor bisnis maupun konsumsi. Para petani AS juga terkena dampak langkah retaliasi dari mitra-mitra dagang AS.

Brasil dan Argentina diuntungkan dari perang dagang AS dengan Tiongkok. Kedua negara Latin tersebut masuk menutupi kekurangan ekspor kedelai dari produk-produk pertanian lainnya oleh AS.

Trump mengklaim sejak mengenakan tarif pada awal Maret 2018, pasar AS meningkat hingga 21%. (afp/sn)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA