Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pemandangan pusat kota Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS) dari Observatorium Griffith pada 4 November 2019 sore hari waktu setempat. Kualitas udara di kota metropolitan Los Angeles diprediksi tidak sehat oleh South Coast Air Quality Management District. Sementara itu, Pemerintahan Presiden Donald Trump secara resmi mengajukan untuk menarik diri dari perjanjian iklim Paris. ( Foto: Mario Tama / Getty Images / AFP )

Pemandangan pusat kota Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS) dari Observatorium Griffith pada 4 November 2019 sore hari waktu setempat. Kualitas udara di kota metropolitan Los Angeles diprediksi tidak sehat oleh South Coast Air Quality Management District. Sementara itu, Pemerintahan Presiden Donald Trump secara resmi mengajukan untuk menarik diri dari perjanjian iklim Paris. ( Foto: Mario Tama / Getty Images / AFP )

AS Resmi Keluar dari Pakta Iklim Paris

Happy Amanda Amalia, Rabu, 6 November 2019 | 09:50 WIB

WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi memberi tahu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menarik diri dari Pakta Iklim Paris. Keputusan tersebut menuai ungkapan keprihatinan dan penyesalan dari negara-negara besar lainnya, pada Selasa (5/11) waktu setempat.

AS menyampaikan surat penarikannya kepada PBB, tidak sebelum tanggal yang disebutkan dalam perjanjian yang dinegosiasikan oleh pendahulu Trump, Barack Obama. Surat tersebut membuat negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia itu, jadi satu-satunya negara yang terasing dari perjanjian tersebut.

Menurut laporan, AS akan secara resmi keluar dari Pakta Iklim Paris pada 4 November 2020, atau selang satu hari usai pemilihan presiden (pilpres) di mana Trump berusaha mencalonkan lagi untuk masa jabatan kedua atas permintaan kelas pekerja kulit putih.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo, yang mengumumkan langkah penarikan itu, kembali menegaskan alasan Trump pada 2017 bahwa Pakta Iklim Paris bakal merugikan bisnis AS.

“Amerika akan terkekang. Kesepakatan ini akan sangat tidak adil bagi rakyat Amerika dan para pekerja Amerika,” ujar Pompeo kepada jaringan Fox Business.

Dalam pernyataan, Pompeo mengatakan bahwa Amerika Serikat akan menganjurkan model yang realistis dan pragmatis yang mencakup energi terbarukan, namun akan tetap mempertahankan peran bahan bakar fosil.

Seperti diketahui, Presiden Donald Trump bersikukuh menarik AS keluar dari Pakta Iklim Paris. Padahal bukti-bukti nyata dan dampak perubahan iklim terus bertambah. Bahkan suhu pada September bulan keempat berturut-turut semakin mendekati atau telah memecahkan rekor.

Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang belum berhasil membujuk Trump untuk tetap berada dalam Pakta Iklim Paris, ikut menyesali keputusan tersebut.

“Kami menyesali ini dan itu membuat kemitraan Prancis-Tiongkok pada iklim dan keanekaragaman hayati bahkan lebih penting,” tutur Macron saat mengunjungi Tiongkok – penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia yang dituding sebagai penyebab atas perubahan iklim.

Pemerintah Tiongkok pun turut mengungkapkan penyesalan atas keputusan AS jelang penandatanganan dokumen iklim bersama pada Rabu (6/11) antara Presiden Xi Jinping dan Macron.

“Kami berharap AS dapat mengambil lebih banyak tanggung jawab, dan melakukan lebih banyak untuk menyumbang kekuatan pendorong bagi proses kerja sama multilateral, daripada menambahkan energi negatif,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang.

Rusia juga memperingatkan bahwa penarikan AS secara serius merusak Pakta Iklim Paris. “Tanpa negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia, akan sangat, sangat sulit membicarakan tentang segala jenis perjanjian iklim,” kata Juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov kepada wartawan.

Di sisi lain, kendati Amerika Serikat tercatat sebagai penghasil emisi nomor dua, namun masih berencana menghadiri negosiasi iklim COP pada bulan ini yang akan berlangsung di Spanyol. Demikian menurut seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS.

Emisi AS Berkurang

Pompeo dalam pernyataannya menunjukkan pengurangan 13% emisi gas rumah kaca AS dari 2005 hingga 2017 bahkan ketika ekonomi tumbuh.

Tetapi Trump, yang mulai menjabat pada 2017, telah berjanji untuk mengubah peraturan lingkungan ketika negara-negara bagian seperti California dan New York mencoba untuk mengambil tindakan yang lebih kuat untuk diri mereka sendiri.

Trump sendiri sudah berusaha untuk menghalangi California dari menetapkan standar yang lebih ketat pada emisi mobil, dan membiarkan negara-negara bagian menetapkan standar mereka sendiri pada pembangkit listrik tenaga batu bara yang sudah ada.

Robert Menendez dari Komite Hubungan Luar Negeri Senat Demokrat mengatakan, bahwa pemerintahan Trump “lagi-lagi mengumbar sikap tidak menghormati sekutu-sekutu kita, menutup mata terhadap fakta dan lebih jauh mempolitisasi tantangan lingkungan terbesar dunia.”

Mantan wakil presiden yang menjadi juara iklim, Al Gore menyesalkan keputusan Trump. Akan tetapi, dia menyampaikan bahwa seorang presiden baru dapat masuk kembali ke Pakta Iklim Paris dalam waktu 30 hari.

“Tidak ada seorangpun atau pihak yang dapat menghentikan momentum kami untuk menyelesaikan krisis iklim, tetapi mereka yang mencoba akan dikenang karea rasa puas diri, keterlibatan dan kebodohannya dalam upaya mengorbankan planet ini demi keserakahan mereka,” pungkas Gore.

Isi Pakta Iklim Paris menetapkan target membatasi kenaikan suhu menjadi baik dalam dua derajat Celcius (3,6 Fahrenheit) dari tingkat pra-industri.Bagi para ilmuwan, tujuan itu sangat penting untuk memeriksa kerusakan terburuk dari pemanasan global seperti meningkatnya kekeringan, banjir, dan intensitas badai. (afp)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA