Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Bank Dunia, David Malpass. ( Foto: news.cgtn.com )

Presiden Bank Dunia, David Malpass. ( Foto: news.cgtn.com )

Bank Dunia: G-20 akan Perpanjang Moratorium Utang

Rabu, 7 April 2021 | 06:57 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Bank Dunia David Malpass memperkirakan bahwa pekan ini negara-negara kelompok G-20 memperpanjang moratorium pembayaran utang bagi negara-negara termiskin hingga akhir tahun ini.

Menurut laporan, para menteri keuangan dari kelompok G-20 akan bertemu secara virtual pada Rabu (7/4), di sela-sela pertemuan tahunan Musim Semi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia.

Malpass – yang telah menyerukan perpanjangan satu tahun Inisiatif Penangguhan Layanan Hutang (Debt Service Suspension Initiative/DSSI) – mengungkapkan kepada wartawan pada Selasa (6/4) waktu setempat, bahwa tampaknya negara-negara kelompok G-20 akan setuju melanjutkan perjanjian moratorium sampai akhir kalender 2021.

Namun, perpajangan moratorium tersebut akan mencakup panduan yang sangat jelas terhadap kelompok G-20, bahwa kemungkinan besar itu akan menjadi perpanjangan terakhir atau final.

Sebagai informasi, program DSSI tersebut pertama kali diterapkan pada tahun lalu, di tengah pandemi Covid-19 yang paling melanda negara-negara miskin. Pasalnya, banyak kegiatan bisnis dan perdagangan yang ditutup atau tidak beroperasi sehingga mempersulit pemerintah negara-negara terdampak untuk membayar hutang dan membantu rakyat mereka.

Pada Oktober tahun lalu, kelompok G-20 menyetujui perpanjangan selama enam bulan hingga 30 Juni tahun ini. Namun, Malpass mengatakan negara-negara miskin akan membutuhkan keringanan hutang aktual dalam jangka panjang. Bahkan kendati ada moratorium sementara pembayaran hutang, karena beban keseluruhan dalam banyak kasus tidak dapat dipertahankan.

Sementara itu, IMF pada Senin (5/4) telah menyetujui putaran ketiga penghapusan utang bagi 28 negara termiskin di dunia, sebesar US$ 238 juta.

“Bantuan yang disetujui di bawah Tanggap Bencana dan Jaminan Bantuan atau Catastrophe Containment and Relief Trust (CCRT) akan terus membantu membebaskan sumber daya keuangan yang langka demi membantu kesehatan darurat, sosial, dan ekonomi yang vital guna mengurangi dampak pandemi Covid-19,” demikian pernyataan IMF, yang dilansir AFP.

Putaran keringanan utang saat ini bakal berlangsung hingga 15 Oktober. Tetapi IMF mengatakan dapat memberikan keringanan utang yang baru hingga 13 April 2022 dengan total sekitar US$ 964 juta.

Direktur Pelaksansa IMF Kristalina Georgieva mengumumkan dana CCRT pada Maret 2020 berhasil mengumpulkan US$ 1,4 miliar, di mana sudah ada komitmen sebesar $ 774 juta.

Ada pun negara-negara yang akan menerima keringanan pembayaran utang terdiri atas Afghanistan, Benin, Burkina Faso, Burundi, Republik Afrika Tengah, Chad, Komoro, Kongo, DR, Djibouti, Ethiopia, Gambia, Guinea, Guinea-Bissau, Haiti, Liberia, Madagaskar, Malawi, Mali, Mozambik, Nepal, Niger, Rwanda, São Tomé dan Príncipe, Sierra Leone, Kepulauan Solomon, Tajikistan, Togo, dan Yaman.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN