Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berpidato di Sidang Umum ke-76 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, pada 21 September 2021. ( Foto: BRENDAN SMIALOWSKI / AFP  )

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berpidato di Sidang Umum ke-76 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, pada 21 September 2021. ( Foto: BRENDAN SMIALOWSKI / AFP )

Biden Canangkan Kepemimpinan Baru AS

Rabu, 22 September 2021 | 05:30 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

NEW YORK, investor.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memberitahukan kepada dunia, Selasa (22/9), bahwa AS tidak menginginkan Perang Dingin dengan Tiongkok. AS juga akan berpaling dari konflik-konflik berkepanjangan pascaserangan 9/11 ke era diplomasi yang dipimpin AS.

Biden menyampaikan itu dalam pidato pertamanya sebagai presiden AS di Majelis Umum tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, AS.

Biden selama masa kepresidenannya sejauh ini telah melabeli negara-negara, seperti Tiongkok dan Rusia sebagai pihak yang berlawanan dalam perjuangan global generasional, antara otokrat dan demokrasi.

Sekutu dekat AS, Prancis, juga marah atas apa yang disebutnya pengkhianatan oleh pemerintah AS dalam pakta pertahanan yang akan membuat Australia memperoleh teknologi kapal selam nuklir AS. Sementara sebelumnya membuang rencana untuk kapal selam konvensional Prancis.

Evakuasi dari pintu keluar Afghanistan yang traumatis juga memaksa aliansi yang dipimpin AS menjadi penarikan yang tergesa-gesa, terkadang kacau. Biden memperkirakan akan ada beberapa skeptisisme atas pidatonya.

Namun, Biden berargumen dari mimbar PBB bahwa pemerintah AS turun tangan untuk menyelamatkan dunia dari pandemi Covid-19. Adapun pihaknya memimpin langkah-langkah krisis iklim dan membangun kembali hubungan demokrasi yang berantakan di bawah kepemimpinan Donald Trump.

Biden juga bersikeras bahwa upayanya untuk memperdalam jejak AS di Asia tidak harus berarti konfrontasi dengan Tiongkok. Baginya, perjanjian kapal selam nuklir baru dengan Australia hanyalah yang terbaru.

Biden akan mengatakan dirinya tidak percaya pada gagasan Perang Dingin baru dengan dunia yang terbagi menjadi blok-blok.

"Ia percaya pada persaingan yang kuat, intensif, dan berprinsip," kata seorang pejabat senior AS, yang tidak bersedia disebutkan identitasnya, Senin (21/9).

Memperkuat tema pemerintah AS yang ingin membuka halaman pada dua dekade konflik, Biden berjanji untuk beralih ke kepemimpinan diplomatik, kata pejabat itu.

"Presiden pada dasarnya akan menyampaikan pesan bahwa mengakhiri perang di Afghanistan telah menutup bab yang fokus pada perang dan membuka bab yang berfokus pada diplomasi Amerika yang pribadi, terarah, dan efektif," ujar pejabat tersebut.

Iran

Biden tidak akan menjadi satu-satunya pemimpin yang tampil pertama kali di hadapan PBB.

Presiden baru ultrakonservatif Iran Ebrahim Raisi dijadwalkan melakukan debut internasional dengan sebuah pidato pra-rekaman. Ia diperkirakan akan menawarkan petunjuk tentang apakah kesepakatan nuklir 2015 dapat diselamatkan.

Parade pidato pemimpin dunia itu akan dimulai dengan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, seorang pemimpin sayap kanan yang bersikeras untuk terbang ke New York meskipun menolak panduan bahwa ia akan divaksinasi terhadap Covid-19.

Sementara Biden menekankan janji pemerintah AS dalam menangani pandemi dan perubahan iklim. Tentang Covid-19, Biden mengingatkan bahwa AS dengan mudah menjadi donor vaksin terbesar di dunia, sambil mengakui bahwa masih banyak yang harus dilakukan sebelum ketidakseimbangan vaksin dapat diratakan.

Banyak negara Afrika, misalnya, hanya memiliki sedikit populasi yang telah menerima vaksin. Sementara sumbangan internasional tidak cukup untuk mengubah dinamika.

Pada Rabu (23/9), Biden akan menjadi tuan rumah secara virtual dari Gedung Putih pertemuan puncak global tentang tanggapan pandemi.

Mengakhiri minggu diplomatik yang sibuk, Biden juga akan bertemu Jumat di Gedung Putih dengan para pemimpin Australia, India, dan Jepang, yang bergabung dengan Amerika Serikat dalam aliansi Quad di jantung Indo-Pasifik.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN