Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. ( Foto: ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. ( Foto: ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP )

Donald Trump akan Tinggalkan Gedung Putih, Jika...

Sabtu, 28 November 2020 | 06:59 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pada Kamis (26/11) waktu setempat akan meninggalkan Gedung Putih, jika rivalnya Joe Biden telah secara resmi dikukuhkan sebagai pemenang dalam pemilihan presiden (pilpres) AS. Trump juga kembali melontarkan tudingan soal kecurangan saat proses pemungutan suara.

Saat menjawab pertanyaan pertamanya dari wartawan – sejak pemungutan suara 3 November, - Presiden Trump tampaknya bisa menerima bahwa dia hanya satu kali menjabat, sebelum Biden dilantik pada 20 Januari 2021.

Namun saat ditanya apakah Trump bakal meninggalkan Gedung Putih jika Electoral College memastikan kemenangan Biden, dia berkata: “Tentu saja saya akan. Dan Anda tahu itu. Tapi jika mereka melakukannya, mereka telah membuat kesalahan. Ini akan menjadi hal yang sangat sulit untuk menyerah, ujar dia, seperti dikutip AFP, Jumat (27/11).

Hasil Electoral College – sebagai penentu pemenang presiden AS – akan ditentukan pada 14 Desember 2020, untuk mengesahkan kemenangan Biden, karena telah meraup 306 suara dibandingkan 232 suara yang diperoleh Trump.

Seperti diketahui, Trump telah melakukan upaya luar biasa demi menentang hasil pemilihan umum (pemilu) AS. Dia menolak menyerah, serta menyebarkan teori-teori liar soal pencurian surat suara, dan mengajukan gugatan hukum tak berdasar ke pengadilan-pengadilan di negara bagian AS.

“Hasil pemilu ini adalah penipuan,” kata Trump, lagi-lagi tanpa memberikan bukti apa pun selama pidatonya kepada wartawan di Gedung Putih, setelah berbicara dengan personel militer melalui tautan video pada hari libur Thanksgiving.

Dia menggambarkan infrastruktur pemungutan suara AS “seperti di negara dunia ketiga.” Sebelumnya, Trump juga mencuit “Ini adalah pemilu yang 100% dilakukan dengan kecurangan". Sementara pada Rabu (25/11), dia meminta kepada para pendukungnya dari Partai Republik untuk membalikkan hasil pemilu.

Tidak Ada Bukti Penipuan

Menanggapi tudingan Trump, Presiden terpilih AS Biden mengatakan bahwa penduduk Amerika tidak akan membela upaya-upaya untuk menggagalkan hasil pemungutan suara. Dia juga mendesak rakyat Amerika untuk bersatu melawan pandemi virus corona Covid-19 yang memburuk.

Tercatat, lebih dari 260.000 jiwa telah meninggal di AS akibat Covid-19. Sedangkan jumlah kematian harian melonjak menjadi 2.000 dalam beberapa hari terakhir.

Di sisi lain, penolakan Trump untuk menyerah dari Biden semakin memperparah norma-norma yang telah dirusaknya selama empat tahun kekuasaannya. Para pendukung Trump pun menganjurkan supaya dia bersiap untuk pencalonan presiden pada 2024.

Trump (74 tahun) mengungkap salah satu teori konspirasinya, bahwa mesin pemungutan suara telah dengan sengaja menghapus jutaan suara miliknya. Namun badan keamanan pemilu pemerintah menyatakan bahwa pelaksanaan pemilu kali ini adalah yang paling aman dalam sejarah AS.

Seiring tekanan yang diberikan oleh beberapa anggota senior Partai Republik, Trump pada pekan ini mengakhiri blokade bantuan pemerintah guna memudahkan persiapan tom transisi Biden untuk mengambil alih kursi kepresidenan.

Trump mengatakan pada Kamis, bahwa akan segera melakukan perjalanan ke Georgia untuk berkampanye menjelang dua pemilihan putaran pertama yang akan memutuskan partai mana yang mengendalikan Senat.

Sedangkan Biden (78 tahun) telah memperkenalkan deretan pejabat veteran dan pembuat kebijakan yang masuk dalam tim keamanan nasional dan kebijakan luar negerinya pada pekan ini.

“Amerika telah kembali, siap untuk memimpin dunia,” ujarnya.

Biden juga menambahkan, bahwa dalam 100 hari pertamanya menjabat, dia akan mengatasi krisis Covid, membatalkan kebijakan Trump yang merusak lingkungan, dan mendorong usulan undang-undang yang menawarkan jalur kewarganegaraan kepada jutaan penduduk AS yang tidak memiliki dokumen.
 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN