Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Donald Trump. Foto: IST

Donald Trump. Foto: IST

Donald Trump Pamerkan Naskah Kesepakatan Imigran AS-Meksiko

ELD, Kamis, 13 Juni 2019 | 09:18 WIB

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada Selasa (11/6) waktu setempat, secara tidak sengaja mengungkapkan bahwa Meksiko telah setuju mengambil langkah-langkah hukum yang lebih kuat. Hal ini terkait langkah-langkah untk menghentikan arus masuk imigran asal Amerika Tengah, jika upaya awal untuk membendung kedatangan mereka tidak menunjukkan hasil dalam 45 hari.

Di luar Gedung Putih, Trump sempat memamerkan lembaran kertas yang disebutnya sebagai naskah perjanjian yang telah ditandatangani para pejabat Meksiko dan AS pada 7 Juni, guna mencegah penerapan tariff ekspor mereka ke Amerika Serikat. Foto-foto dokumen mengungkapkan, Pemerintah Meksiko sepertinya berjanji memberlakukan atau menegakkan hukum domestik tertentu jika Pemerintah AS tidak puas dengan hasil upaya yang dijanjikan.

Sebagai langkah awal, Meksiko berjanji mengerahkan 6.000 Pengawal Nasional untuk memperkuat perbatasan di selatan, dan akan memperluas kebijakan untuk membawa kembali para pencari suaka saat AS memproses klaim mereka.

Disebutkan dalam dokumen itu, jika setelah 45 hari Pemerintah AS atas kebijakan sendiri menentukan hasilnya belum memuaskan maka Pemerintah Meksiko akan mengambil semua langkah yang diperlukan berdasarkan hukum domestik untuk memberlakukan perjanjian tersebut. Dokumen itu memberi Pemerintah Meksiko 45 hari lagi untuk melaksanakan janjinya. Namun tidak dijelaskan tindakan spesifik apa yang harus diambil Pemerintah Meksiko.

Pekan lalu, Pemerintah AS menekankan bahwa pihaknya berharap Meksiko menyetujui kebijakan Negara ketiga yang aman, di mana para imigran yang memasuki wilayah Meksiko harus melakukan pengajuan permohonan suaka di negaranya dan bukan di AS.

Trump melambaikan perjanjian nyata tersebut di depan wartawan, ketika muncul per tanyaan terkait apakah pemerintahannya benar-benar mencapai kesepakatan substansial pekan lalu, untuk membendung aliran ratusan ribu imigran yang melewati Meksiko untuk memasuki Amerika Serikat.

Kesepakatan awal tampaknya mengulangi usaha-usaha sebelumnya yang telah dilakukan pemerintah Meksiko. Namun Trump telah berulang kali menunjukkan ada bagian rahasia lain dari kesepakatan yang akan membutuhkan lebih banyak usaha Meksiko.

“Meksiko melakukan pekerjaan besar di perbatasan, benar-benar membantu kami. Mereka telah bekerja sangat keras. Kami bekerja sama dengan sangat baik. Hubungan yang baik,” ujar Trump, Selasa (12/6).

Di pihak lain, Menteri Luar Negeri (Menlu) Meksiko Marcelo Ebrard yang memimpin tim negosiasi di Washington, AS kembali membantah adanya lampiran rahasia dalam perjanjian itu.

“Anda tidak akan melihatnya di mana pun. Benar-benar semuanya ada di sini. Semuanya. Tidak ada yang tidak ada dalam laporan ini,” katanya dalam konferensi pers di Mexico City, sambil menunjukkan naskah Sembilan halaman yang rencananya disampaikan ke Senat Meksiko.

Dokumen itu mengatakan, kedua negara membahas kemungkinan kesepakatan untuk memroses pencari suaka di negara mana pun mereka tiba. Jika Pemerintah AS menganggap hasil dari langkah-langkah awal setelah 45 hari tidak cukup, Mexico City memiliki 45 hari selanjutnya untuk mengimplementasikan perjanjian. (afp)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA