Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Pejalan kaki yang mengenakan masker pelindung di dekat bursa
saham Wall Street, New York. Foto: Angela Weiss / AFP

Ilustrasi: Pejalan kaki yang mengenakan masker pelindung di dekat bursa saham Wall Street, New York. Foto: Angela Weiss / AFP

Dow Lanjutkan Rally, Naik 2%

Listyorini, Kamis, 26 Maret 2020 | 06:45 WIB

NEW YORK. Investor.id- Indeks Dow Jones Industrial Average melanjutkan penguatan (rally) dalam dua hari berturut-turut. Pada perdagangan Rabu (Kamis pagi), Dow naik 2,39% ke level 21.200,55. Jika diakumulasi, dalam dua hari ini Dow melonjak 13%.

Disetujuinya paket stimulus fiskal oleh Senat AS senilai US$ 2 triliun menjadi katalis kenaikan harga saham-saham di bursa AS, bahkan bursa saham dunia. "Apa yang telah dilakukan stimulus fiskal dan moneter adalah untuk memungkinkan pasar pulih," kata Justin Hoogendoorn, kepala strategi pendapatan tetap di Piper Jaffray di Chicago. Seperti dikutip Reuters.com.

Sebelumnya, pasar saham Asia dan Eropa juga rebound. Pelaku pasar optimistis bakal cairnya kebekuan likuiditas akibat virus corona, apabila stimulus fiskal Pemerintahan Trump sebesar US$ 2 triliun disetujui. Indeks bursa saham Eropa rata-rata ditutup naik cukup tajam. FTSE naik 4,45%, CAC 40 menguat 4,47%, DAX naik 1,79%, dan Euro Stoxx naik 3,13%. Setali tiga uang, pasar saham Asia juga rebound. Nikkei 225 melompat positif 8,15%, Hang Seng naik 3,81%, dan indeks Kospi naik 5,89%.

Langkah-langkah stimulus akan terus menjadi katalis penggerak pasar. Di sektor riil, stimulus tersebut akan membuka likuiditas yang terkunci, kata kata Adam Crisafulli, pendiri Vital Knowledge. “Pasar merespons sangat cepat, bahkan bergerak jauh lebih cepat daripada fundamental. Sama seperti saat terjadi penurunan tajam ,” tambahnya.

Di bursa Wall Street, rata-rata 30-saham naik lebih dari 2%, atau 495,64 poin, menjadi 21.200,55 pada hari Rabu. S&P 500 naik 1,1% dan ditutup pada 2.475,56. Namun, Nasdaq Composite turun 0,5%, namun, ke 7.384,30 karena saham-saham teknologi seperti Facebook, Amazon Apple, Netflix dan Google-parent Alphabet ditutup lebih rendah.

Menyetujui

Akhirnya Senat AS akhirnya menyetujui paket stimulus fiskal yang diajukan Pemerintah Trump sebesar US$ 2 triliun untuk mengatasi wabah virus corona (COVID-19). “Ini adalah tingkat investasi masa perang ke negara kita," kata Pemimpin Mayoritas Senat Republik, Mitch McConnell dalam sebuah pidato yang mengumumkan hal itu.

Proses persetujuan paket stimulus tersebut cukup alot, setelah berhari-hari negosiasi antara anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat, Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan pembantu lainnya untuk kebijakan Presiden Donald Trump.

Paket stimulus yang diajukan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin senilai US$ 2 triliun. Rinciannya, US$ 500 miliar akan diberikan dalam bentuk tunai dan US$ 500 miliar sisanya untuk usaha kecil. Paket stimulus tersebut belum termasuk penangguhan pajak yang akan diberikan pemerintah AS sebesar US$ 300 miliar. Kalau dihitung, bantuan tersebut jauh melampaui paket yang dikeluarkan saat krisis keuangan global 2008 lalu

Mantan Ketua Federal Reserve Ben Bernanke juga mengatakan Rabu bahwa ekonomi AS akan mengalami rebound cepat setelah resesi "sangat tajam". "Jika tidak terlalu banyak kerusakan yang terjadi pada tenaga kerja, pada bisnis selama periode shutdown, betapapun lama itu, maka kita bisa melihat rebound yang cukup cepat," kata Bernanke kepada CNBC's "Squawk Box."

Dia menilai Ketua Fed saat ini Jerome Powell bergerak cepat untuk membendung pukulan ekonomi dari wabah. “Saya pikir The Fed sangat proaktif, dan Jay Powell dan timnya telah bekerja sangat keras dan menjadi yang terdepan dalam hal ini dan menunjukkan bahwa mereka dapat membuat sejumlah program yang beragam yang akan membantu kita menjaga ekonomi berfungsi selama periode penutupan ini,” katanya.

Namuan sayangnya, pelaku pasar Wall Street kembali galau. Pada akhir sesi indeks saham melemah karena keraguan tentang seberapa cepat RUU itu bisa bekerja. Dow kehilangan sekitar 500 poin dalam 30 menit terakhir perdagangan di tengah kekhawatiran bahwa kesepakatan itu akan menemui hambatan dalam pelaksanaannya.

“Kami masih dalam fase di mana kami harus berhati-hati," Rob Roborth memperingatkan, ahli strategi investasi senior untuk Bank Wealth Management A.S. "Kami belum tahu kapan langkah-langkah jarak sosial ini akan berakhir."

Sumber : REUTERS

BAGIKAN