Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa saham Wall Street, AS. Foto: AFP

Ilustrasi bursa saham Wall Street, AS. Foto: AFP

Fed Vs Profit Taking, Wall Street Ditutup Bervariasi

Kamis, 17 September 2020 | 06:07 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Saham-saham teknologi kembali menekan bursa Wall Street, AS pada perdagangan semalam yang ditutup Kamis pagi (WIB). Optimisme pasar terhadap keputusan Federal Reserve (Fed) kalah dengan aksi ambil untung (profit taking) terhadap saham-saham teknologi.

Pada awal sesi, saham-saham bergerak di zona hijau, bahkan Dow sempat naik 1%. Namun, pada akhir menuju penutupan berbalik arah dengan saham teknologi memimpin penurunan pada S&P 500, turun sekitar 1,6%.

Tiga indeks utama Wall Street akhirnya ditutup bervariasi. Dow Jones Industrial Average naik 36,78 poin, atau 0,13% menjadi 28.032,38, S&P 500 kehilangan 15,71 poin, atau 0,46% menjadi 3.385,49 dan Nasdaq Composite turun 139,86 poin, atau 1,25%, menjadi 11.050,47.

“Kerugian di saham teknologi melebihi pernyataan Federal Reserve yang memicu optimisme akan mempertahankan suku bunga AS mendekati nol untuk waktu yang lama,” kata Quincy Krosby, kepala strategi pasar di Prudential Financial di Newark, New Jersey.

Fed mempertahankan suku bunga mendekati nol dan berjanji untuk mempertahankannya di dekat sana sampai inflasi berada di jalur untuk "melebihi" target 2% bank sentral AS " untuk beberapa waktu."

Proyeksi ekonomi baru menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan melihat suku bunga ditahan setidaknya hingga 2023.

Pernyataan dan komentar Ketua Fed Jerome Powell "bahkan lebih dovish dari yang diharapkan pasar. “The Fed bermaksud untuk tetap akomodatif,” kata Quincy Krosby.

Pertemuan dua hari bank sentral adalah yang pertama di bawah kerangka yang baru dengan target untuk membidik inflasi di atas 2% untuk menutupi periode di mana ia berjalan di bawah target itu.

Sektor transportasi Dow Jones, yang sering dianggap sebagai barometer kesehatan ekonomi, naik 0,7%. Saham FedEx Corp naik 5,8% setelah pengirim paket melaporkan laba kuartalan yang lebih besar dari perkiraan.

Namun, Spotify Technology SA turun 1,3% setelah Apple Inc mengumumkan paket paket untuk semua layanannya yang menurunkan biaya langganan Apple Music.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN