Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru bicara Pemerintah Iran Ali Rabiei. ( Foto: AFP )

Juru bicara Pemerintah Iran Ali Rabiei. ( Foto: AFP )

Hubungan Iran-AS Kembali Memanas

Rabu, 16 September 2020 | 07:16 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id – Pemerintah Iran melontarkan peringatan kepada Amerika Serikat (AS) pada Selasa (15/9) agar tidak membuat kesalahan strategis. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam Iran setelah keluar laporan bahwa Iran berencana melancarkan pembalatasan atas pembunuhan jenderal Qasem Soleimani.

“Kami berharap mereka tidak membuat kesalahan strategis baru dan tentunya jika terjadi kesalahan strategis, mereka akan menyaksikan tanggapan tegas Iran," kata juru bicara Pemerintah Iran Ali Rabiei, dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Selasa (15/9).

Trump berjanji pada Senin (14/9), setiap serangan oleh pemerintah Iran akan ditanggapi dengan 1.000 kali lebih besar. Sebelumnya, muncul laporan Iran berencana untuk membalas pembunuhan jenderal tertinggi Qasem Soleimani.

Sebuah laporan media AS, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya, mengatakan dugaan persekongkolan Iran membunuh duta besar AS untuk Afrika Selatan direncanakan jelang pemilihan presiden AS pada November mendatang.

"Menurut laporan pers, Iran mungkin merencanakan pembunuhan, atau serangan lain, terhadap Amerika Serikat sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin teroris Soleimani. Setiap serangan Iran, dalam bentuk apapun, terhadap Amerika Serikat akan bertemu dengan serangan yang akan diterima Iran 1.000 kali lebih besar!" tulis Trump di akun media sosial Twitter.

Rabiei menyatakan penyesalan terhadap presiden negara yang memiliki klaim atas manajemen dan ketertiban global membuat komentar yang tergesa-gesa, didorong oleh agendanya, dan meragukan, dengan dasar yang lemah.

Dia mengingatkan, reaksi terhadap laporan semacam itu tidak akan menghasilkan apa-apa selain gangguan di kawasan itu dan bagi ketenangan dunia. Ia juga menyarankan Trump untuk menahan diri dari petualangan baru. “Demi memenangkan masa jabatan baru sebagai presiden," ujarnya.

Menyangkal

Pada Senin, perwakilan Kementerian Luar Negeri Iran membantah laporan rencana pembunuhan itu, menyebutnya tidak berdasar dan merupakan bagian dari metode berulang dan busuk untuk menciptakan suasana anti-Iran.

Hubungan antara Pemerintah Amerika dan Iran telah dalam ketegangan sejak revolusi Islam 1979. Relasi kedua negara memburuk dengan tajam sejak Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional yang penting dengan Iran pada Mei 2018 dan menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Senin menolak berkomentar langsung tentang laporan ancaman terhadap Lana Marks, duta besar AS untuk Afrika Selatan, sekutu dekat Trump.

Tetapi Pompeo mengatakan kepada Fox News, Republik Islam Iran telah terlibat dalam upaya pembunuhan di seluruh dunia.

“Mereka telah membunuh orang di Eropa dan di belahan dunia lain. Kami menganggap ini sebagai tuduhan serius,” tuturnya.

Angkatan Laut Iran pekan lalu mengatakan, pihaknya telah mengusir pesawat AS yang terbang dekat dengan daerah tempat latihan angkatan laut sedang berlangsung di dekat Selat Hormuz. Pihak militer mengatakan, tiga pesawat AS terdeteksi oleh pertahanan udara.

Salah satunya adalah drone RQ-4 AS, model yang sama dengan yang ditembak jatuh oleh Iran pada Juni tahun lalu, setelah diduga melanggar wilayah udara Iran. Klaim tersebut dibantah oleh Pemerintah AS. 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN