Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Papan reklame digital Nasdaq di kawasan Times Square, New York, Amerika Serikat (AS), pada 10 Desember 2020. ( Foto: Kena Betancur / AFP )

Papan reklame digital Nasdaq di kawasan Times Square, New York, Amerika Serikat (AS), pada 10 Desember 2020. ( Foto: Kena Betancur / AFP )

IPO di Nasdaq, Valuasi Duolingo Bisa Mencapai US$ 4 M

Rabu, 21 Juli 2021 | 06:25 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

NEW YORK, investor.id - Duolingo, aplikasi ponsel pintar untuk pembelajaran bahasa yang telah berkembang pesat selama pandemi virus corona, berencana melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO). Dari pencatatan saham publik tersebut, perusahaan berpotensi meraih valuasi lebih dari US$ 4 miliar.

Dalam keterbukaan kepada otoritas bursa setempat pada Senin (19/7), Duolingo menyatakan harga IPO saham perusahaan akan dihargai US$ 85-95. Saham diharapkan untuk debut di Nasdaq dalam beberapa minggu mendatang dengan kode saham DUOL. Demikian dikutip AFP.

Duolingo didirikan pada 2011 oleh insinyur Luis von Ahn dan Severin Hacker, yang bertemu di Carnegie Mellon University. Perusahaan ini menggembar-gemborkan potensinya untuk lebih berkembang, berkat popularitas ponsel cerdas yang bertahan lama dan meningkatnya permintaan untuk pembelajaran secara daring.

Aplikasi ini telah diunduh lebih dari 500 juta kali dan saat ini memiliki sekitar 40 juta pengguna aktif bulanan. Pendapatan pada 2020 mencapai US$ 161,7 juta, lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Para pendiri telah menekankan pengembangan mengatasi ketidaksetaraan dalam pendidikan sebagai prioritas, dengan sengaja menghindari paywall untuk layanan dasar.

Namun, perusahaan menawarkan layanan premium tanpa iklan. Pada 31 Maret, sekitar 5% dari rata-rata pengguna bulanan menggunakan model berbayar, kata perusahaan itu.

Sumber pendapatan lainnya adalah tes bahasa Inggris yang telah diakui oleh universitas terkemuka AS.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN