Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Putih USA

Gedung Putih USA

Kuartal I, Ekonomi AS Tumbuh 3,2%

SN, Sabtu, 27 April 2019 | 09:40 WIB

WASHINGTON – Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh pesat pada awal 2019, dengan mencatatkan ekspansi 3,2% pada periode Januari-Maret. Berarti ekonomi AS melewati government shutdown berkepanjangan dan menepis kekhawatiran-kekhawatiran perlambatan pertumbuhan, walau setidaknya untuk saat ini.

Laporan Departemen Perdagangan AS pada Jumat (26/4) itu menjadi kabar sangat baik bagi Presiden Donald Trump. Penutupan layanan-layanan pemerintah federal selama lima pekan pada Desember 2018 dan Januari 2019 disebabkan pergulatan di Kongres dengan kubu Partai Demokrat mengenai pendanaan pembangunan tembok di perbatasan Meksiko.

Ekspansi 3,2% tersebut adalah yang tebesar dalam empat tahun terakhir. Tapi data-data akan lebih banyak keluar dan estimasi pertumbuhan berpeluang direvisi pada Mei dan Juni 2019.

Data pertumbuhan itu terangkat oleh penurunan impor serta meningkatnya inventori bisnis. Namun melebihi ekspektasi kalangan ekonom dan melampaui pertumbuhan sebesar 2,2% pada kuartal terakhir 2018.

“Baru saja keluar, PDB riil tahunan untuk kuartal pertama tumbuh 3,2%. Ini jauh di atas ekspektasi atau proyeksi- proyeksi,” ujar Trump via Twitter.

Kepada para wartawan di Gedung Putih sebelum itu, Trump mengatakan bahwa ekonomi AS melewai negaranegara lain. Ekonomi AS, tambah dia, saat ini adalah nomor satu di dunia dan tak satu pun yang mendekati. Tapi kalangan ekonom mengingatkan bahwa sebagian faktor yang berkontribusi pada pertumbuhan di awal tahun akan menjadi faktor penyeret penurunan dalam bulan-bulan ke depan.

“Menurut saya ini adalah pertumbuhan kuartalan 3% yang paling lemah. Momentum dasar perekonomian domestik sangat lemah,” ujar Diane Swonk, ekonom Grant Thornton.

Pemerintah AS melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada Januari- Maret 2019 ditopang oleh belanja pemerintah negara bagian dan daerah. Juga meningkatnya inventori oleh perusahaan-perusahaan dan penjualan perumahan sudah pulih sebagian.

Pemerintah AS juga menyatakan, ekspansi bakal lebih kuat jika tidak terjadi government shutdown. Karena turunnya belanja oleh para pegawai pemerintah berkontribusi menggerus 0,3 poin persentase pertumbuhan ekonomi di kuartal tersebut.

“Tapi berarti perekonomian sekarang harus mengosongkan inventori yang menggunung tersebut. Kami memproyeksikan perlambatan untuk 2019,” tambah Swonk. (afp)

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN