Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
bendera AS

bendera AS

Lapangan Kerja Baru di AS Melonjak pada Juni

Minggu, 7 Juli 2019 | 09:15 WIB

WASHINGTON, investor.id – Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi di Amerika Serikat (AS) mereda pada Jumat (5/7), setelah Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) AS melaporkan lonjakan lapangan kerja baru non-pertanian pada Juni 2019.

Kekhawatiran tersebut, kata Depnaker AS, justru mendorong perusahaan-perusahaan untuk berlomba merekrut tenaga kerja di sektor transportasi, konstruksi, dan sektor-sektor lain.

Setelah di luar dugaan lemah pada Mei 2019, lonjakan lapangan kerja baru pada Juni itu menepis kekhawatiran soal anjloknya kegiatan ekonomi. Juga bakal menggembirakan Presiden AS Donald Trump, yang akan berjuang sebagai petahana untuk pemilihan presiden (pilpres) tahun depan.

Tapi kabar dari pasar tenaga kerja AS ini bakal mengecewakan bagi pasar saham. Sebab, para investor berharap The Federal Reser ve (The Fed) memangkas suku bunga acuan di bulan ini, menyusul lemahnya sejumlah data ekonomi yang lain.

The Fed. Foto: wikipedia
The Fed. Foto: wikipedia

Jika The Fed menahan lagi suku bunga acuan, dapat pecah lagi perseteruan dengan Trump, yang sudah menuding The Fed keras kepala dan terus menyerukan pelonggaran kebijakan moneter.

“Perekonomian AS menambah 224.000 lapangan kerja baru pada bulan lalu. Berarti melampaui berbagai proyeksi sebelumnya,” kata Depnaker AS.

Sementara tingkat pengangguran naik jadi 3,7% karena makin banyak pencari kerja yang masuk ke angkatan kerja. Setelah lapangan kerja baru hanya bertambah 72.000 pada Mei 2019, perusahaan-perusahaan swasta non-pertanian di AS menambah para kerja.

Perusahaan-perusahaan ini terutama berasal dari sektor konstruksi, jasa keuangan, pendidikan, jasa bisnis, transportasi, dan pergudangan.

Tapi ada beberapa sektor yang lemah. Sektor manufaktur otomotif kembali mencatat kontraksi walau kecil. Tapi sektor tersebut sudah lima kali dalam delapan bulan terakhir mencatatkan penurunan.

Sektor ritel juga terus lemah dengan menunjukkan pengurangan 6.000 pekerja dan penurunan lima bulan berturut-turut. Secara keseluruhan, semester pertama 2019 tercatat lapangan kerja baru di AS bertambah 172.000 per bulan. Turun dibandingkan 223.000 pada 2018.

Pertumbuhan upah pada Juni juga di bawah ekspektasi. Ratarata upah per jam naik 0,2% menjadi US$ 27,90 per jam. Lebih kecil dari perkiraan kalangan ekonom yang sebesar 0,3%. (afp/sn)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA