Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Theresa May, perdana menteri (PM) Inggris.

Theresa May, perdana menteri (PM) Inggris.

May Persilakan Parlemen Tunda Brexit

(gor/ant), Rabu, 27 Februari 2019 | 08:50 WIB

LONDON – Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May berjanji akan mempersilakan parlemen untuk menunda Brexit hingga tiga bulan. Harapannya, Inggris tidak akan sampai buntung karena keluar dari keanggotaan Uni Eropa (UE) tanpa kesepakatan, yang menurut jadwal adalah pada 29 Maret 2019.

Sikap May berubah drastis menyusul keluarnya ancaman-ancaman mundur dari kabinetnya. Juga seruan agar Inggris menggelar referendum kedua dari par tai oposisi utama, Partai Buruh.

Pasar finansial menyambut baik langkah May. Kekhawatiran terjadinya kebuntuan perdagangan dan gejolak pasar finansial pun mereda. Di hadapan parlemen, Selasa (26/2), May memberikan kesempatan kepada parlemen untuk melakukan pemungutan suara pada 14 Maret 2019.

Tujuannya adalah memperpanjang batas waktu dari 29 Maret 2019, jika proposal Brexitnya gagal mendapatkan dukungan parlemen pada 12 Maret 2019. Namun, kata dia, perpanjangan waktu itu sifatnya pendek dan terbatas. May juga mengingatkan bahwa tambahan waktu itu tidak akan membantu negosiasi. Ia sendiri, tambah May, menentang segala bentuk penundaan.

“Saya tegaskan bahwa saya tidak ingin memperpanjang Pasal 50. Fokus kami sepenuhnya adalah bagaimana mencapai kesepakatan dan keluar pada 29 Maret,” ujar May, mengacu pada prosedur yang dicapai UE dua tahun lalu mengenai Brexit.

May menjabarkan prosedur tiga langkah. Termasuk pemungutan suara di parlemen pada 12 Maret atas proposal Brexit terbarunya. Jika ditolak, parlemen akan menggelar lagi pemungutan suara keesokan harinya. Mengenai opsi keluar dari keanggotaan UE tanpa kesepakatan.

“Inggris Raya hanya akan keluar tanpa kesepakatan pada 29 Maret jika ada persetujuan eksplisit di parlemen atas hasil tersebut. Jika langkah itu gagal, pemerintahan May pada 14 Maret akan mengajukan mosi apakah parlemen akan mengajukan perpanjangan terbatas dan pendek dari Pasal 50,” tutur May.

Ia mengaku sudah lama berpendapat bahwa ancaman tidak ada kesepakatan harus tetap dipertimbangkan. Tujuannya adalah untuk memperjuangkan konsesi-konsesi esensial dari UE. (afp/sn)

 

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN