Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin menjawab pertanyaan wartawan di luar Gedung Putih pada 9 September 2019. (Foto: AFP / Nicholas Kamm)

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin menjawab pertanyaan wartawan di luar Gedung Putih pada 9 September 2019. (Foto: AFP / Nicholas Kamm)

Menkeu AS: Ekonomi Tak Terdampak Perang Dagang

Iwan Subarkah Nurdiawan, Selasa, 10 September 2019 | 09:01 WIB

WASHINGTON, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin pada Senin (9/9) mengatakan bahwa perekonomian negaranya tidak terdampak, walaupun sudah setahun lebih menjalani konflik dagang dengan Tiongkok dan Eropa.

Mnuchin berupaya menepis kekhawatiran-kekhawatiran, setelah data-data ekonomi terbaru menunjukkan perlambatan dalam pertumbuhan lapangan kerja, investasi bisnis, serta pelemahan di sektor manufaktur. Kesemuanya memacu peringatan-peringatan resesi.

“Saya tidak melihat resesi apa pun. Memang terjadi perlambatan cukup besar di perekonomian global, juga di Tiongkok maupun Eropa, tapi AS terus menjadi titik cerah. Kami tidak melihat dampaknya kepada ekonomi AS,” kata Mnuchin.

AS dan Tiongkok akan melanjutkan perundingan dagang, bulan depan di Washington. Negosiasinya akhirnya bakal bergulir lagi setelah sepanjang musim panas, konflik kedua negara tersebut meningkat.

Walau sudah berbulan-bulan berunding, kedua pihak belum sampai pada kesepakatan. Perundingan bahkan nyaris kolaps pada Mei 2019, sehingga para pengamat berspekulasi bahwa perang dagang ini akan berkelanjutan di luar perkiraan.

Tapi Mnuchin menyuarakan harapan akan adanya penyelesaian. “Mereka akan datang ke sini. Saya tangkap itu sebagai pertanda niat baik bahwa mereka ingin bernegosiasi,” kata Mnuchin.

Para pemimpin industri dan pertanian AS sudah menyuarakan keprihatinannya kepada Presiden Donald Trump. Tapi eskalasi konflik terus timbul tenggelam. Tarif impor atas ratusan miliar barang Tiongkok dipastikan tetap naik hingga akhir tahun ini.

Akhir pekan lalu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa penambahan lapangan kerja baru non-pertanian berkurang dibandingkan bulan sebelumnya. Kalangan ekonom menangkap data itu sebagai pertanda bahwa perekonomian AS pun melambat.

Data ketenagakerjaan itu juga memperkuat ekspektasi bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan memangkas lagi suku bunga acuan pada bulan ini.

Ekspektasi tersebut dan ditambah stimulus baru yang diumumkan bank sentral Tiongkok akhir pekan lalu membuat sebagian besar pasar saham Asia menguat pada perdagangan Senin.

People's Bank of China (PBoC) pada Jumat (6/9) memangkas giro wajib minimum (GWM) perbankan hingga ke level terendah dalam 12 tahun, untuk menyediakan tambahan likuiditas lebih dari US$ 100 miliar bagi perekonomian.

Sementara Gubernur The Fed Jerome Powell akhir pekan lalu mengatakan, pihaknya akan terus mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga ekspansi ekonomi AS. Tapi ia juga kembali mengutarakan ada risiko-risiko yang dapat menghambat pertumbuhan. (afp/sn)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN