Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin. ( Foto: Fabrice COFFRINI / AFP )

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin. ( Foto: Fabrice COFFRINI / AFP )

Menkeu AS: Stimulus Baru Sulit Tercapai Sebelum Pilpres

Jumat, 16 Oktober 2020 | 06:42 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin mengatakan, Kamis (15/10) bahwa paket belanja stimulus baru sulit untuk disahkan Kongres sebelum pemilihan presiden (pilpres) 3 November 2020. Walau begitu, kata dia, negosiasinya terus berlanjut.

Wakil rakyat selama beberapa bulan terakhir terus berusaha mencapai kesepakatan atas paket yang akan menindaklanjuti UU CARES senilai US$ 2,2 triliun. Stimulus baru terkait penanggulangan dampak pandemi Covid-19 dibutuhkan karena sejumlah program utama dari stimulus sebelumnya sudah habis masa berlakunya.

Yang menjadi korbannya, jika tidak ada kesepakatan baru, adalah para pekerja yang kehilangan pekerjaan. Dan sudah memicu PHK massal di industri penerbangan.

Negosiasinya dilanjutkan dalam beberapa pekan terakhir. Sementara pilpres semakin dekat, kubu Demokrat dan Republik terusa saja berdebat berapa total biaya yang akan dibelanjakan dan dalam bentuk apa.

Mnuchin mengakui bahwa negosiasi ini dihadapkan pada tantangan besar, karena terus tidak ada kesepahaman.

“Kesepakatan akan sulit tercapai sebelum pilpres, tapi kami terus berusaha. Saya tidak akan mengatakan tidak mungkin, tapi ada beberapa masalah besar,” kata Mnuchin kepada CNBC dan dilansir AFP.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi pada Rabu (14/10) malam mengatakan kepada MSNBC, kedua pihak tidak akan berunding jika merasa tidak ingin mencapai kesepakatan. Tapi tetap memandang perlunya dana penanggulangan Covid-19, dana pendidikan, dan perlindungan tenaga kerja.

CARES sebelumnya dipuji karena berhasil meningkatkan konsumsi dan menopang sektor usaha kecil dengan kredit maupun hibah. Masalahnya, program tersebut sudah habis masa berlakunya.

Program lain untuk menghentikan PHK masalah di maskapai-maskapai penerbangan sudah habis masa berlakunya pada awal Oktober 2020. Sejak itu, maskapai-maskapai besar mengumumkan pengrumahan sekitar 32.000 pekerja. 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN