Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pendiri Facebook di Prancis. CEO Facebook Mark Zuckerberg tiba di Istana Elysee Palace Paris pada Jumat (10/5) untuk bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto: Investor Daily/Philippe LOPEZ / AFP

Pendiri Facebook di Prancis. CEO Facebook Mark Zuckerberg tiba di Istana Elysee Palace Paris pada Jumat (10/5) untuk bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto: Investor Daily/Philippe LOPEZ / AFP

Mitra Pendiri Minta Facebook Dipecah

SN, Minggu, 12 Mei 2019 | 09:31 WIB

NEW YORK – Salah satu mitra pendiri Facebook pada Kamis (9/5) waktu setempat meminta raksasa media sosial tersebut untuk memecah usahanya. Dia juga mengingatkan bahwa CEO sekaligus pendiri perusahaan, Mark Zuckerberg, sudah terlalu kuat posisinya.

“Sudah saatnya untuk memecah Facebook,” ujar Chris Hughes, yang bersama Zuckerberg mendirikan Facebook dari kamar asrama semasa jadi mahasiswa Universitas Harvard pada 2004.

Dalam tajuk di The New York Times, Hughes mengatakan fokus Zuckerberg pada pertumbuhan telah membuatnya mengorbankan keamanan dan kesantunan dalam mengklik di media sosial. Ia juga mengingatkan bahwa pengaruh global dirinya sudah terlalu besar.

Zuckerberg tidak hanya mengendalikan Facebook tapi juga Instagram serta WhatsApp. Menurut Hughes, dewan direksi Facebook saat ini bekerja lebih seperti komisi penasihat, bukannya mengawasi kekuasaan sang CEO.

“Facebook menyadari bahwa tanggung jawab itu mengiringi kesuksesan. Tapi, akuntabilitas tidak dapat dipaksakan dengan menyerukan pemisahan perusahaan sukses di Amerika ini,” ujar Nick Clegg, wakil presiden komunikasi dan urusan global Facebook.

Mantan deputi perdana menteri Inggris itu berpendapat, regulasi internet yang dirancang secara hati-hati adalah cara untuk memegang tanggung jawab perusahaan-perusahaan teknologi. Ia menggarisbawahi bahwa Zuckerberg juga mendukung hal tersebut.

Facebook dan layanan-layanannya memiliki banyak pesaing. Oleh karena itu, lanjut Clegg, perusahaan dapat mencapai efisiensi secara korporasi dalam hal pusat data, talenta, dan sumber daya lain jika terus bersama dalam menawarkan berbagai layanan. Hughes keluar dari Facebook lebih dari 10 tahun lalu. Ia menuding Facebook mengambil atau meniru seluruh pesaingnya untuk mencapai dominasi di kancah media sosial. Yang berarti para investor enggan untuk mendukung rival-rivalnya karena tahu mereka tidak akan dapat bersaing untuk jangka waktu lama.

Facebook. Foto: telegraph.co.uk
Facebook. Foto: telegraph.co.uk

Zuckerberg telah menciptakan monster yang merampas kewirausahaan dan membatasi pilihan konsumen,” ujar Hughes, yang sekarang menjadi anggota Economic Security Project, sebuah lembaga yang mendorong terwujudnya pendapatan dasar universal di AS.

Setelah membeli Instagram yang tadinya merupakan rival utama dan juga WhatsApp, Facebook sekarang memiliki 2,7 miliar pengguna bulanan di seluruh platformnya. Pada kuartal pertama tahun ini, Facebook meraih laba bersih US$ 2,43 miliar.

“Masalah paling problematik dari kekuataan Facebook adalah kendali sepihak Mark atas hak berbicara. Tidak ada preseden atas kewenangannya untuk mengawasi, mengorganisasi, dan bahkan menyensor percakapan dua miliar orang,” tutur Hughes.

Facebook sudah terlibat dalam serangkaian skandal. Termasuk membiarkan data para penggunanya ditambang oleh perusahaan-perusahaan riset. Juga responsnya yang lambat atas langkah Rusia memanfaatkan Facebook untuk menyebarkan disinformasi selama kampanye Pilpres 2016 di AS. (afp)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN