Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang warga sedang menyalin situs klaim tunjangan pengangguran  setelah tidak dapat mmasuk ke WIN Job Center di North Jackson, Mississippi, Amerika Serikat (AS) pada  2 April 2020. ( Foto: Rogelio V. Solis / AP )

Seorang warga sedang menyalin situs klaim tunjangan pengangguran setelah tidak dapat mmasuk ke WIN Job Center di North Jackson, Mississippi, Amerika Serikat (AS) pada 2 April 2020. ( Foto: Rogelio V. Solis / AP )

Resesi Covid di AS Hanya Bertahan 2 Bulan

Selasa, 20 Juli 2021 | 11:45 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

PENNSYLVANIA, investor.id Resesi yang disebabkan oleh pandemi virus corona Covid-19 tercatat sebagai salah satu yang paling dalam, tetapi juga yang terpendek, dalam sejarah Amerika Serikat (AS). Demikian menurut dokumenter resmi siklus ekonomi pada Senin (19/7) waktu setempat.

Menurut Badan Riset Ekonomi Nasional (National Bureau of Economic Research/NBER), kontraksi tersebut hanya berlangsung selama dua bulan, dari Februari 2020 hingga April.

Meskipun kontrasi itu memperlihatkann penurunan produk domestik bruto (PDB) 31,4% yang mengejutkan pada kuartal kedua tahun yang dilanda pandemi, penurunan ini juga mengalami penurunan besar-besaran pada periode berikutnya. Di mana stimulus kebijakan luar biasa meningkatkan produksi sebesar 33,4%.

“Dalam menentukan titik terendah terjadi pada April 2020, komite tidak menyimpulkan bahwa ekonomi telah kembali beroperasi pada kapasitas normal. Komite memutuskan bahwa setiap penurunan ekonomi di masa depan akan menjadi resesi baru, dan bukan kelanjutan dari resesi yang terkait dengan puncak Februari 2020. Dasar dari keputusan ini adalah lamanya, dan kekuatan pemulihan hingga saat ini,” demikian pernyataan NBER, yang dikutip CNBC.

Dikatakan bahwa resesi terkait pandemi tergolong unik dalam beberapa hal, paling tidak seberapa cepat kontraksi terjadi dan seberapa ganas pemulihannya.

Secara konvensional, resesi didefinisikan sebagai penurunan dua kuartal berturut-turut dari pertumbuhan PDB negatif, yang ditemui resesi ini setelah kuartal pertama tahun 2020 turun 5%. Tetapi NBER mencatat bahwa dalam waktu normal, resesi berlangsung lebih dari beberapa bulan.

“Namun dalam memutuskan apakah akan mengidentifikasi resesi, komite mempertimbangkan kedalaman kontraksi, durasinya, dan apakah aktivitas ekonomi menurun secara luas di seluruh perekonomian (penyebaran penurunan),” demikian menurut pernyataan.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : CNBC

BAGIKAN