Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo toko retail video grame GameStop dan aplikasi perdagangan Robinhood di komputer dan di ponsel. ( Foto: Olivier Douliery / AFP )

Logo toko retail video grame GameStop dan aplikasi perdagangan Robinhood di komputer dan di ponsel. ( Foto: Olivier Douliery / AFP )

Robinhood Manfaatkan Insting Berjudi Para Investor

Senin, 3 Mei 2021 | 06:26 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LOS ANGELES – Investor terkemuka Amerika Serikat (AS) Warren Buffett meyakini aplikasi perdagangan saham yang digandrungi kaum milenial, Robinhood, berkontribusi terhadap aktivitas perdagangan di pasar saham yang spekulatif dan mirip di kasino, dan diuntungkan dari hal itu.

“Robinhood telah menjadi bagian sangat signifikan dari aspek kasino, kelompok kasino, yang ikut bergabung ke pasar saham dalam satu atau satu setengah tahun terakhir,” ujar Buffett dalam RUPS Berkshire Hathaway di Los Angeles, California, Sabtu (1/5) waktu setempat, seperti dikutip CNBC.

Ia menambahkan akan mencermati dokumen pra-penawaran umum perdana (pra-IPO) atau dokumen SEC S-1 Robinhood. Karena perusahaan ini diperkirakan IPO pada paruh pertama 2021.

Robinhood, yang memulai transaksi nirkomisi, sudah dilihat sebagai pintu utama bagi para investor muda yang mau masuk ke pasar saham.

“Korporasi Amerika sudah menjadi tempat yang mengagumkan bagi orang-orang yang ingin menanamkan atau menyimpan uangnya. Tapi mereka juga telah menciptakan keping-keping judi yang mengerikan. Jika anda menyediakan keping judi kepada orang-orang yang baru memiliki dana dan mengatakan mereka bisa melakukan 30 atau 40 atau 50 transaksi per hari dan tidak dikenai komisi tapi anda menjual semua order mereka atau apa pun itu, saya harapkan tidak makin banyak yang seperti ini,” tutur Buffett.

Robinhood memiliki misi mendemokrasikan investasi. Namun banyak dikritik karena menjadikan investasi seperti permainan. Perusahaan rintisan asal Lembah Silikon di California, AS ini menjadi sorotan pada Januari 2021, saat terjadi lonjakan tiba-tiba harga saham GameStop. Yang penyebab utamanya adalah transaksi para investor ritel dari Reddit.

Robinhood kemudian berusaha memupus reputasi tersebut. Seperti dengan menghapus animasi konfeti ketika para investor baru itu melakukan transaksi perdananya.

Buffett mengaku tidak senang saat tahu ada lonjakan aktivitas opsi saham jangka pendek di saham Apple. Ia memperkirakan kebanyakan aktivitas itu berasal dari Robinhood.

Aplikasi ini mencatatkan lonjakan jumlah pengguna sepanjang 2020 dan 2021 ini. Jutaan investor baru masuk ke pasar saham selama pandemi Covid-19. Jutaan lainnya bergabung di 2021 ini.

Menurut estimasi JMP Securities, Robinhood menambah hampir enam juta klien baru dalam dua bulan pertama 2021.

“Tidak ada yang salah dan tidak ada yang kurang ajar dengan itu. Tapi menurut saya tidak pantas membangun komunitas di atas masyarakat. Jika masyarakat yang sangat kaya sekarang mengetahui bahwa mereka bisa memanfaatkan insting berjudi tidak hanya publik Amerika tapi juga publik dunia, itu bukan lah pencapaian yang paling pantas dibanggakan,” kata Buffett.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN